Jumat, September 24, 2021
BerandaNasionalMenuju Fornas Perlindungan Anak Ke-VI, LPAI Terus Perkuat Kinerja dan Identitas Lembaga

Menuju Fornas Perlindungan Anak Ke-VI, LPAI Terus Perkuat Kinerja dan Identitas Lembaga

Jakarta, faktapers.id – Untuk meningkatkan upaya pembelaan dan perlindungan anak Indonesia, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) terus berupaya memperkuat kinerja dan Identitas lembaganya dalam Fornas (Forum Nasional) Perlindungan Anak ke-VI yang akan dilaksanakan di tahun 2021 ini.

Sayang seribu sayang, Fornas Perlindungan Anak ke-VI yang semula pelaksanaanya akan digelar awal Juli 2021 terpaksa harus mundur dalam waktu yang belum bisa ditentukan lantaran kondisi yang tidak mendukung akibat pandemik Covid-19 masih mencengkram Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) LPAI, Henny Adi Hermanoe mengatakan, salah satu yang dibahas dalam pertemuan ini LPAI juga akan membahas mengenai keresahan dari jejaring LPA di daerah mengenai ambigiutas penyebutan istilah Komnas PA. Hal ini cukup menimbulkan kebingungan di masyarakat. Nama Komnas PA sejatinya dulu merupakan “nama popular” dari LPAI.

Namun, sejak adanya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagai lembaga resmi yang dibentuk oleh negara berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Maka, LPAI tidak lagi menggunakan nama Komnas PA dan kembali kekhitohnya dengan menggunakan nama resminya yaitu Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

“Dengan semangat yang tetap sama besarnya sebagai sebuah lembaga independen yang aktif menjalankan kegiatan pemenuhan hak dan kepentingan terbaik untuk anak-anak Indonesia. LPAI yang hingga saat ini sudah dipercayakan kembali kepemimpinannya kepada Kak Seto sebagai Ketua Umum kembali diminta oleh rekan-rekan dari LPA Provinsi untuk kembali “turun gunung” menerima mandat kepemimpinan sejak tahun 1998 (sebelumnya Kak Seto telah memimpin sejak tahun 1998 – 2010) terus berupaya memberikan kerja-kerja terbaik bagi kepentingan anak-anak Indonesia,” tutur Henny Adi Hermanoe pada Konfrensi pers virtual, “Menuju Fornas Perlindungan Anak Ke-VI: Peran Penguatan Kelembagaan LPAI dan LPA Provinsi”, Rabu (7/7/2021).

Selain itu, menurut Henny, LPAI juga terus berusaha memperkuat identitas kelembagaannya dengan mendaftarkan hak paten atas logo LPAI sebagai simbol organisasi. Dan saat ini, LPAI telah memegang sertifikat merek atas logo dari KemenkumHAM RI sebagai pemilik yang sah dan resmi atas logo tersebut. Sertifikat merek ini juga merupakan salah satu “hadiah” bagi rekan-rekan LPA di daerah sebagai pemilik dari LPAI dan juga legalitas yang penting, sebagai dasar hak penggunaan logo. Bahwa hanya LPAI dan LPA-LPA Provinsi yang di-SK-kan oleh LPAI yang berhak menggunakan logo tersebut. Tentunya saja perjuangan tidak hanya sampai disini, masih banyak kerja-kerja nyata yang harus dijalani bersama antara LPAI dengan LPA di daerah sebagai wujud nyata pemenuhan hak dan perlindungan bagi anak-anak Indonesia.

Sementara itu, salah satu perwakilan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi se-Indonesia, Samsul Ridwan mengatakan, dalam Fornas Perlindungan Anak ke-VI akan ada banyak hal yang akan dibahas.

“Dalam Fornas Perlindungan Anak ke-VI, bukan hanya sekedar membicarakan agenda pemilihan penerus legacy organisasi saja, namun juga ada banyak agenda penguatan kelembagaan lainnya,” papar Samsul Ridwan.

Samsul Ridwan yang juga Ketua LPA Jawa Tengah ini menjabarkan bahwa nantinya LPAI akan melakukan upaya perlindungan anak bagi anak yang mengalami proses hukum. Hal tersebut dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Polri (Kepolisian Republik Indonesia) beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Samsul mengatakan bahwa LPAI masih akan mempersiapkan personil yang mumpuni dibidang hukum. Dan orang tersebut masih dalam penggodokan lebih serius dan lebih jeli lagi karena harus memiliki sertifikasi untuk menangani persoalan hukum. Sehingga bisa lebih maksimal dalam melakukan pendampingan hukum.

“Mudah-mudahan semua persoalan dan ide-ide baru akan bisa muncul pada penyelenggaraan Fornas nanti. Karena Fornas adalah forum tertingi untuk menguatkan dan merumuskan program kerja,” pungkas Samsul Ridwan.

Dalam Konfrensi pers tersebut, hadir pula sejumlah Ketua LPA daerah diseluruh Indonesia, diantaranya Rudy Baihaki Ketua LPA Sumatera Selatan, Iip Syafruddin LPA Banten, Sahan LPA Nusa Tenggara Barat (NTB), John Edward Hutajulu LPAI Sumatera Utara (Sumut), Sri Adiningsih LPA Prov Jawa Timur (Jatim), perwakilan LPA Banten, LPA Batam, LPA Pekan Baru, LPA Kalimantan Selatan (Kalsel), dan LPA Bali. Her

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments