Jumat, September 17, 2021
BerandaMancanegaraChina Lockdown Parsial Usai Varian Delta Menyebar Meluas

China Lockdown Parsial Usai Varian Delta Menyebar Meluas

Jakarta, Faktapers.id — Sejumlah kota di China terus memperketat pembatasan pergerakan demi menghentikan wabah Covid-19 varian Delta yang terus menyebar.

Pada Sabtu (31/8), China mendeteksi 75 kasus infeksi Covid-19 baru dalam sehari. Jumlah penularan itu naik dari sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 55 kasus Covid-19 baru.

Dari 75 kasus baru itu, 53 infeksi di antaranya merupakan transmisi lokal yang terdapat di delapan provinsi.

Dengan begitu, jumlah total infeksi Covid-19 domestik dalam 10 hari terakhir menjadi 284 kasus yang terdapat pada 14 provinsi dan kota di China.

China Lockdown Parsial Usai Varian Delta Menyebar Meluas pihak berwenang China mengonfirmasi sebagian besar infeksi baru corona itu merupakan varian Delta yang menyebar cepat di Negeri Tirai Bambu.

Lonjakan infeksi Covid-19 bermula ketika sembilan pekerja bandara Nanjing, Provinsi Jiangsu, dinyatakan positif Covid-19 pada 20 Juli lalu.

Para petugas bandara disebut tertular Covid-19 setelah membersihkan sebuah pesawat yang baru tiba dari Rusia dan membawa penumpang positif virus corona.

Sejak itu, infeksi Covid-19 terus meningkat mencapai 171 kasus di Provinsi Jiangsu dan menyebar ke sejumlah provinsi lain.

Provinsi Jiangsu mencatat 30 kasus baru yang ditularkan secara lokal pada Minggu. Jumlah itu naik dari temuan 19 kasus baru sehari sebelumnya. Di Nanjing sendiri, penularan Covid-19 telah meningkat menjadi lebih dari 180 kasus sejauh ini.

China Catat Lonjakan Kasus Covid, Tertinggi Sejak Januari
Ini merupakan penyebaran Covid-19 varian Delta terbesar secara geografis dalam beberapa bulan terakhir di China. Hal itu menyebabkan pejabat kesehatan di seluruh negeri memperketat pembatasan pergerakan hingga menerapkan penguncian wilayah (lockdown) secara parsial.

Dilansir Reuters, media pemerintah China menyatakan semua penerbangan keluar dari Nanjing dibatalkan. Lebih dari 1.600 orang yang terkait dengan bandara Nanjing juga diperintahkan untuk karantina selama 14 hari. Larangan meninggalkan kota juga tetap berlaku.

Sementara itu di kota wisata Zhangjiajie, pihak berwenang mengumumkan perintah diam di rumah, menyerukan orang-orang untuk tidak pergi bekerja kecuali benar-benar diperlukan.

Media lokal melaporkan, pemerintah juga menutup semua jalanan untuk transportasi non-darurat sejak Minggu pukul 15.00 waktu lokal.

Dalam kasus ini 4 dari 8 kasus Covid-19 baru di Zhangjiajie terkait dengan pertunjukan teater yang berlangsung pada 22 Juli di sebuah gelanggang berkapasitas tempat duduk lebih dari 2.000 orang.

Seperti di Provinsi Henan, terdeteksi 12 kasus baru, di mana 11 kasus di antaranya terdapat di kota Zhengzhou yang tengah dilanda banjir.

Lonjakan kasus Covid-29 saat ini berlangsung ketika periode puncak perjalanan libur musim panas di China. Banyak kasus Covid-19 baru terdeteksi di beberapa kota yang dikenal sebagai tempat pariwisata.

“Situasi keamanan pariwisata suram,” demikian bunyi sebuah unggahan di media sosial di akun yang dikelola Dewan Negara China pada Minggu. Akun tersebut mendesak wisatawan untuk divaksinasi Covid-19 dan menghindari daerah berisiko tinggi penularan corona.

China sejauh ini telah melaporkan total 93.005 infeksi Covid-19 sejak awal pandemi menyebar dari Kota Wuhan. Hingga kini, China telah memberikan lebih dari 1,6 miliar dosis vaksin Covid-19 per 30 Juli. [cnn indonesia]

 

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments