Selasa, September 21, 2021
BerandaDaerahPemkab Gowa dan BPJS Kesehatan Akan Kerjasama Tingkatkan Ketersediaan Faskes Rujukan

Pemkab Gowa dan BPJS Kesehatan Akan Kerjasama Tingkatkan Ketersediaan Faskes Rujukan

Gowa, Faktapers.id –  Pemerintah Kabupaten Pemkab Gowa bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan akan bekerjasama untuk meningkatkan jumlah ketersediaan Fasilitas Kesehatan (Faskes) rujukan di Kabupaten Gowa.

Wakil Bupati Gowa, H. Abd Rauf Malaganni menyambut baik kerjasama ini. Karena menurutnya bidang kesehatan menjadi salah satu program prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Gowa saat ini.

“Untuk menambah fasilitas kesehatan, kami Pemerintah Kabupaten Gowa akan membangun satu rumah sakit Pratama di Kecamatan Bontonompo,” kata Wakil Bupati Gowa saat menerima Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar dr. Greisthy E. L. Borotoding di Ruang Kerjanya, Senin (16/8).

Rumah sakit Pratama yang akan dibangun di Kecamatan Bontonompo ini kata Wakil Bupati Gowa akan mencover beberapa kecamatan, yaitu Bontonompo Selama, Bajeng, Bajeng Barat, Barombong bahkan Kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Takalar.

“Selain membangun rumah sakit baru, Pemerintah Kabupaten Gowa juga melakukan peningkatan kapasitas maupun fasilitas puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Gowa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar dr. Greisthy mengatakan peningkatan jumlah fasilitas kesehatan khususnya faskes rujukan memang perlu dilakukan. Menurutnya faskes yang ada sekarang belum mencukupi kebutuhan layanan kesehatan bagi Masyarakat Kabupaten Gowa.

“Inilah yang kami bersama-sama dengan Pemerintah Daerah kabupaten Gowa untuk bisa merencanakan kiranya sampai Tahun 2022 nanti sekiranya bisa ada penambahan tempat tidur untuk faskes rujukan ataukah akan ada penambahan faskes rujukan yang baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Gowa,” ujarnya.

Apalagi kata dr Greisthy dari total jumlah penduduk Kabupaten Gowa berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil semester 2 tahun 2020 yaitu sebanyak 763.387 jiwa dan yang sudah menjadi peserta JKN sebanyak 677.471 jiwa atau sudah mencapai 88,75%.

Secara terinci, dirinya meyebutkan segmen peserta untuk PBI APBN yang dibayarkan oleh Pemerintah Pusat sebanyak 333.820 jiwa, PBI APBD yang dibayarkan oleh Pemerintah Daerah 130. 423 jiwa, pekerja penerima upah, seperti PNS, pejabat daerah, anggota dewan, pegawai swasta, TNI-Polri sebanyak 133.065 jiwa, kemudian peserta Mandiri kelas 1 sampai 3 sebanyak 100.379 jiwa dan yang bukan pekerja ada 9.784 jiwa.

“Jumlah kepesertaan ini dan memang kalau kami melihat dengan jumlah ketersediaan faskes rujukan di kabupaten Gowa itu belum mencukupi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Gowa dari sisi ketersediaan tempat tidur,” lanjutnya.

Olehnya kedepan, jika Pemkab Gowa akan menambah Faskes baru atau rumah sakit dirinya menyarankan agar diprioritaskan pada tempat-tempat yang wilayahnya cukup jauh untuk menjangkau aksesibilitas fasilitas kesehatan dan memiliki penduduk yang banyak.

“Sehingga apa yang diterima itu akan lebih komprehensif lagi dan lebih lengkap, sehingga tidak perlu lagi masyarakat Gowa itu dirujuk ke Makassar. Jadi betul-betul memang pelayanan yang tepat secara tuntas dan pelayanan dapat diterima oleh masyarakat,” tandasnya.

Pada kesempatan ini, Wakil Bupati Gowa turut didampingi oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Hj. Kamsina dan Kepala Dinas Kesehatan yang sekaligus Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, dr. Hasanuddin. */ Kartia

 

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments