Selasa, September 21, 2021
BerandaDaerahPHRI Buleleng Berharap Seluruh Komponen Berperan Aktif Jaga Kesehatan Jelang Buka Pariwisata

PHRI Buleleng Berharap Seluruh Komponen Berperan Aktif Jaga Kesehatan Jelang Buka Pariwisata

Singaraja.Bali.Faktapers.id –Rencana pariwisata akan diberikan kelonggaran oleh pemerintah Bali maupun pusat, mulai ada penunjuk kehidupan masyarakat di beberapa daerah.

Namun khusus di Buleleng/Bali belum menunjukkan tanda tersebut, kendati beberapa hotel telah buka akan tetapi tingkat kunjungan wisata dalam menghadapi PPKM Level 3 ini sangat belum nampak secara signifikan, tersiar info beredar bahwasannya 17 September 2021 akan dibuka secara pelan-pelan dengan prokes yang ketat.

Menanggapi hal itu, Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa yang juga pelaku wisata di Pantai Penimbangan Desa Pemaron dan pemilik rumah makan Ranggon Sunset yang terkenal di Buleleng. Kepada awak media Rabu (15/9) di kediamanya. Selain itu para pelaku wisata juga menunggu dan berharap pemerintah buka total. Dewa Ketut Suardipa yang ditemui menerangkan,

“Utama saya sangat mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Buleleng, karena sudah ikut mendukung dan lebih taat sehingga kasusu covid ini landai. Khusus di Bali PPKM yang diturunkan menjadi Level 3 juga atas kerja semua pihak. Selaku pribadi maupun organisasi kami merasa bangga, karena sudah hampir 2 tahun kondisi pariwisata sangat puruk, “ujar Dewa Dipa.

PHRI yang bergerak disektor pariwisata sangat mengalami krisis atau kelesuan bahkan beberapa hotel tutup karena biaya oprasinal terlalu tinggi dan penciutan karyawan, dan kini menunggu dibukanya kembali pariwisata oleh pemerintah ,” Beberapa hotel belakangan ini sudah tutup permanen karena biaya oprasional sangat tinggi. Kendati itu buka mungkin onner nya sendiri kuat , dan kita berharap dalam kondisi ini walaupun tutup order untuk wisatawan mancanegara khusus di Bali dan kami berharap wisatawan local dulu datang dan sudah dari jauh hari kami lakukan itu bersama pelaku wisata dan PHRI dengan program Vaksinasi,”papar Suardipa.

Kini menunggu dibukanya kembali dengan normal pariwsata dunia kendati wisatawan manca Negara masi tutup tentu dilakukan itu akan menjadi daya tarik ulang atas tinggkat kunjungannya,

“ Sudah hamper semua pelaku wisata di vaksin, yang belum di vaksin hanya karena kendala kesehatan. Nah ini tentu terimakasih kita kepada stiek holder yang berperan contoh pemerintah daerah dan kesiapan itu sudah mateng bahkan program CHSE (Clean Health Safety Enforcement) sesuai intruksi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mengeluarkan protokol kesehatan untuk sektor pariwisata bahkan 5 M dalam 20 kreteria itu sudah kita terapkan,” jelasnya.

“Situasi ini memang ada dampak positifnya dan kita diajarkan hidup lebih sehat , bersih , aman. Dalam kondisi ini, prinsip CHSE menjadi hal yang strategis. Sebab, menjadi faktor utama kepercayaan wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata itu sendiri,” tambah Dewa Dipa

Kesadara masyarakat dan pemerintah serta Akademisi dan pelaku pariwisata dalam menjaga dari Level 3 ini menjadi ke level 2 dan 1 dan Bali akan menjadi contoh di bukanya pariwisata.

“Kondisi ekonomi ini sangat dirasakan, mungkin pemerintah sudah memikirkan untuk itu mari kita bersama-sama bagaimana kesehatan dan ekonomi itu bisa sejajar dan sejalan ditengah kita berdampingan dengan virus ini,”jelas Ketua PHRI Dewa Ketut Suardipa Des

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments