Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaDaerahHikmah Pandemi, TP-PKK Desa Bogor Maju Lomba HATINYA PKK Tingkat Kabupaten Klaten

Hikmah Pandemi, TP-PKK Desa Bogor Maju Lomba HATINYA PKK Tingkat Kabupaten Klaten

Klaten, faktapers.id – Ketua TP-PKK Desa Bogor, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Rina Hastuti menjelaskan bahwa sejak tahun 2019, pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi untuk memanfaatkan halaman pekarangan rumah masing-masing dengan menanam tumbuhan pokok untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia menyatakan, jika gerakan itu sudah konsisten dijalankan sejak setahun yang lalu, maka akan berguna saat pandemi ini. Kata dia, sekarang banyak warga yang dirumahkan, bahkan ada yang kehilangan mata pencaharian. Jika dari tahun lalu masyarakat sudah konsisten memanfaatkan halaman pekarangan, sekarang harusnya sudah tidak kesulitan memenuhi pangan untuk keluarga.

Apalagi, menurutnya, sekarang masyarakat diharuskan untuk diam di rumah saja, jadi sudah semakin banyak waktu menata halaman dan mulai menanam tanaman yang berguna untuk kebutuhan sehari-hari. Pemanfaat lahan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi akan merubah perilaku, sehingga hidup lebih manfaat dan hemat.

“Kita tidak bisa mengharapkan segala sesuatu secara instan. Kita sudah siapkan sejak tahun lalu. PKK Desa Bogor sudah mengedukasi warga dalam peningkatan ekonomi warga. Jika itu dilaksanakan secara konsisten maka saat ini sudah kelihatan hasilnya,” jelas dia, disela-sela penilaian lomba Hatinya PKK, Senin (27/9/2021).

Ia menambahkan, prinsip Hatinya PKK adalah membuat halaman selain bermanfaat juga indah dan asri, sehingga ia mengajak para ibu di Desa Bogor untuk kreatif memanfaatkan halaman pekarangan sendiri untuk pemanfaatan bagi keluarga ditengah masa pandemi.

“Kita ambil hikmah dari pandemi Covid-19 belakangan ini. Sekarang masyarakat juga bisa menyiapkan diri. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan, dengan menanam tumbuhan sayur dan bumbu dapur misalnya, kita sudah membantu menghemat keuangan keluarga,” ungkap dia.

Selain itu, lanjutnya, Pemdes Bogor juga telah banyak menggelontorkan bantuan bahan pokok kepada masyarakat. Hal tersebut, memang tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu lama untuk itu masyarakat juga harus mandiri dalam memenuhi kebutuhannya.

Selain pentingnya bersikap kreatif memanfaatkan lahan di rumah, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bogor ini juga mengajak masyarakat terutama ibu-ibu untuk menjadikan kreativitas itu sebagai kegiatan yang positif, apalagi dimasa ekonomi sulit akibat tekanan pandemi Covid-19.

“Jika kita berhasil mengubah halaman kita, kita ajak tetangga kiri kanan untuk melakukan hal yang sama, saya yakin tidak lama lagi pekarangan rumah masyarakat Desa Bogor ini menjadi hijau dan bermanfaat,” jelasnya.

Kreativitas juga diperlukan dalam mengolah hasil kebun, seperti cabai jika berlimpah dan tidak bisa dijual jangan dibuang dulu, namun bisa dimanfaatkan sebagai cabai kering atau botolan yang bisa dikonsumsi nanti.

Di saat pandemi seperti sekarang, Rina juga menekankan pentingnya berbagi. “Jika ada ibu-ibu yang punya cabai secara berlimpah, boleh tengok tetangga kiri dan kanan, apakah mereka juga sudah punya, jika belum kita bisa berbagi ke mereka,” tambahnya.

Ia menyadari saat ini adalah masa yang sulit untuk semua, pemerintah juga sudah sangat fokus menangani pandemi ini. Sehingga, Rina mengajak masyarakat untuk tetap berkontribusi dengan mematuhi imbauan pemerintah dengan berdiam diri di rumah namun melakukan yang bermanfaat.

Sementara itu, Camat Cawas, Prihadi menyatakan, kegiatan penilaian lomba Hatinya PKK tingkat Kabupaten merupakan program unggulan dari Tim PKK dalam rangka meningkatkan halaman yang Asri, Indah, Teratur dan Nyaman dalam pemanfaatan lahan pekarangan yang bisa menghasilkan, seperti sayuran dan hasil pertanian yang lain.

“Kita mengharapkan rangking ditingkat Kabupaten Klaten, sehingga nantinya bisa ditiru oleh desa-desa yang lain. Progran Hatinya PKK dengan pemanfaatan lahan pekarangan akan banyak membantu dimasa sulit seperti saat pandemi Covid-19,” kata dia.

Dalam lomba ini, indikator penilaiannya, kata dia, adalah pemanfaatan pekarangan dengan ditanami penghijauan sayuran atau tanaman buah yang menghasilkan. Kemudian, lanjutnya, juga penyediaan peternakan perikanan dengan inovasi, hal itu juga dikolaborasikan dengan kekompakan warga.. Madi

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments