Minggu, September 26, 2021
BerandaDaerahKabid Humas Polda Sulsel: Proses Hukum Menanti Bagi Pengantar Jenazah  Anarkis, Arogan...

Kabid Humas Polda Sulsel: Proses Hukum Menanti Bagi Pengantar Jenazah  Anarkis, Arogan dan Semena-mena

Makassar, Faktapers.id  – Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan mengimbhau kepada iringan pengantar jenazah yang menggunakan kendaraan bermotor, baik R2 maupun R4 agar tertib berlalu lintas, dan tidak ugal-ugalan di jalan, apalagi berbuat anarkis.

Menurut E. Zulpan, hal ini kami sampaikan terkait Romborgan pengantar jenazah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kembali berbuat anarkistis di jalanan. Kali ini mobil warga yang melintas diserang hingga rusak.

Peristiwa penyerangan dan perusakan mobil tersebut terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, wilayah Kecamatan Tamalanrea, sekitar pukul 11.00 Wita Rabu (1/9/2021) lalu.

E. Zulpan menjelaskan, jika ada masyarakat yang ingin membutuhkan pengawalan, pihak lalu lintas akan membantu mengawal hingga tiba tujuan dengan selamat.

“Memang sudah cukup dengan menggunakan ambulance dan masyarakat akan memberikan jalan, namun jika diperlukan satuan lalu-lintas akan membantu, dengan tujuan agar lancar dan tertib di jalan,” ujarnya, Rabu (08/09/2021).

Kabid Humas mengingatkan, jalan raya adalah milik semua masyarkat dan bukan sekelompok orang, seperti iringan jenazah atau kegiatan lainnya, sehingga ada pengguna jalan lain yang membutuhkan jalan, seperti pejalan kaki, atau kendaran lainnya yang akan lewat.

“Karena itu jika ada pengguna jalan yang tidak tertib, seperti pengantar iringan jenazah, kami ajak untuk patuhi aturan lalu lintas, dan kalau ada bertindak anarkis dan merugikan orang lain, petugas pun tidak akan segan memberikan tindakan hukum”, tegas E. Zulpan.

Dikatakan E. Zulpan, seperti yang dilakukan aparat Polsek Tamalanrea Polrestabes Makassar, yang menahan lelaki MS (18) diduga salah seorang pelaku pengrusakan mobil pada saat mengantar jenazah, terjadi di depan Hotel Grand Puri, Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, pada Rabu 1 September 2021 lalu.

“Proses hukum dilakukan dalam rangka mewujudkan rasa keadilan di masyarakat, dan perindungan kepada setiap pengguna jalan raya, dan juga pelajaran bagi masyarakat lainnya, bahwa tidak boleh pengguna jalan raya berprilaku arogan dan semena-mena, apalagi anarkis terhadap pengguna jalan yang lain”, jelas Kabid Humas Polda Sulsel. */kartia

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments