Anturan Rencana Bangkitkan Lagi LPD, Reaksi Kerama Kembalikan Uang Nasabah

  • Bagikan
IMG 20211205 WA0113

Singaraja, Faktapers.id –Prajuru desa adat Anturan Buleleng yang di motori Bendesa Adat Ketut Mangku gelar paruman kerama terhadap kondisi dan situasi permasalahan LPD Anturan saat ini

Tidak maksimalnya oprasional lembaga tersebut terindikasi adanya dugaan kesalahan pengelolaan yang mengalami kerugian 100 M lebih sesuai hasil kejaksaan lembaga tersebut juga memiliki usaha sampingan seperti melakukan Kavling Tanah di berbagai kecamatan yang ada di Buleleng dan ada dugaan salah pengelolaan.

IMG 20211205 WA0114Ketidakmaksimalan perjalanan LPD Anturan hingga ketua Komang Arta Wirawan kini ditetapkan tersangka oleh Kejari Buleleng beberapa hari lalu.

Paruman Minggu (5/12) pukul 10.00 wita membahas rencana membangkitkan kembali, pengelolaan LPD Anturan dengan banyaknya uang nasabah baik luar maupun dalam desa Anturan, serta kredit dibawah masih terbilang macet akibat Corona.

Bendesa Adat Anturan bersama tokoh masyarakat memberikan masukan kepada kerama yang memiliki uang di LPD, namun dalam sesi tanya jawab yang disampaikan oleh masyarakat bernama Kadek Ngurah yang juga memiliki deposito berjangka di LPD sangat mendukung penuh niat baik Bendesa namun bagaimana nasib uang nasabah,

“Dulu saya naruh uang gambang saya tidak bisa narik anak suruh narik dapat nah dibalik itu ada kesedihan yang selama ini tertutupi. Niat ini bagus untuk kepercayaan hari esok sangat kami salut, kalau sekarang hanya janji-janji sedangkan bayar hutang tidak bisa dimana kepercayaan kita kepada masyarakat,”ujar Kadek Ngurah.

Sementara mantan Bendesa Adat Jro Ketut Wedra yang sempat terlibat ikut dahulu mengembangkan sayap LPD merasa terketuk hati dan juga sangat mendukung niat itu melihat kondisi sekarang, dan terkuak jumlah nasabah diluar desa Anturan mencapai 15 ribu orang, “Kalau pantas di ganti ketua LPD silahkan saya tidak membela siapa, tetapi uang nasabah dipertanggungjawabkan. Saya sekarang selalu warga sudah diluar pagar kalau Bendesa ditunjuk sebagai PS diluar masyarakat Anturan ada 15 ribu nasabah. Dan tidak bisa diputuskan sekarang harus melalui berbagai tahapan paruman, “jelas Jro Ketut Wedra.

Menariknya beberapa nasabah baik dari Seririt, Tukad Mungga juga berdatangan namun tidak bisa memasuki areal pura karena bukan dalam pembahasan uang nasabah. Hanya saja nasabah tersebut yang di undang katanya oleh oknum pengurus LPD malah tidak datang, kekecewaan nasabah hanya bisa mendengar dari luar pura.

Kelian Desa Adat Anturan Ketut Mangku atas etika baiknya kembali membangun LPD yang saat ini kurang kepercayaan dimata masyarakat mengatakan,

“Kami menyarankan masyarakat menyadari dan memahami kondisi LPD saat ini banyak uang nasabah belum didapatkan dan juga kredit macet dilapangan yang perlu di tindak lanjuti ,”ujar Ketut Mangku.

Bendesa Ketut Mangku juga mengakui selama ini banyak kekeliruan dari pengelola itu sendiri dan menyalahi pergub Bali tentang tata kelola LPD, Kami luruskan sesuai data apa yang dikatakan Jro Wedra jumlah nasabah di luar desa Anturan kurang lebih 1100 sekian bukan 15 ribu,

Lanjut Ketut Mangku,” Kerama Desa Adat Anturan sepakat untuk ngajegang kembali LPD agar LPD Anturan dapat berjalan dan hidup Kembali. Mengenai kepersonalian pengelola LPD desa adat Anturan akan dibahas dalam paruman kerama desa adat mendatang,-ds

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *