BPBD dan FPRB Klaten Gelar Sarasehan Pengurangan Resiko Bencana

  • Bagikan
IMG 20211203 WA0129

Klaten, faktapers.id  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten bersama Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Klaten menggelar Sarasehan bertajuk ‘Revitalisasi Gerakan Masyarakat dan Strategi Resiko Bencana’, Jumat (3/12/2021) di Pendopo Pemkab.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Klaten Sip Anwar, sarasehan ini bertujuan untuk membangun kolaborasi antara relawan, praktisi, pemerhati, pemikir, dan pengambil kebijakan kebencanaan dalam pengurangan resiko bencana.

“(Tujuan lainnya adalah) Tersebarnya informasi mengenai kebencanan, dan praktek pengurangan resiko bencana, (serta) Terumuskannya strategi gerakan masyarakat (untuk) pengurangan resiko bencana,” tambahnya.

Ketua FPRB Klaten Adji Kuswara mengungkapkan, upaya mengurangi resiko bencana tidak bisa lepas dari tiga hal penting dalam konteks pembangunan berkelanjutan, meliputi dimensi ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan.

Selain itu, keterlibatan lima pilar pendukung FPRB, meliputi komunitas atau masyarakat, birokrasi atau pemerintahan, perusahaan, media, dan akademisi, menjadi dasar penting bagi FPRB untuk bergerak bersama-sama pihak terkait, guna mengurangi potensi resiko bencana.

“Hasil sarasehan hari ini harapannya bisa menjadi dasar bagi FPRB, dalam merumuskan program kegiatan tiga tahun mendatang, termasuk merampungkan statuta dan sebagainya, sebagai cara untuk melakukan konsolidasi internal,” jelas Adji.

Bupati Klaten, Sri Mulyani dalam sambutan pembukaan sarasehan, menyambut baik dan menyatakan dukungannya terhadap langkah FPRB meyelenggarakan sarasehan ini.

“Kegiatan bertujuan membentuk sinergitas antar elemen terhadap penanganan bencana, baik pra bencana, saat bencana, maupun pasca bencana. Agar tercipta Klaten yang tanggap, tangkas, dan tangguh terhadap bencana,” ucap dia.

Klaten merupakan daerah rawan bencana, Sri meminta, semua harus siap siaga mengahadapi bencana. Sehingga pada saatnya bencana itu tidak kita minta, tapi kalau itu datang, semuanya harus siap siaga,” pintanya.

Oleh karena itu, imbuh dia, semuanya harus kompak bersatu untuk menghadapi bencana-bencana yang mungkin datang di Kabupaten Klaten setiap saat.

Hadir secara langsung dalam sarasehan, Bupati Klaten, perwakilan Forkopimda, Kepala OPD terkait, Kepala BPBD Klaten dan jajaran, serta segenap Pengurus FPRB Klaten.

Sarasehan juga diikuti secara daring oleh 500 peserta dari unsur Forkopimcam dan Kades atau Lurah se-Kabupaten Klaten, sekolah, komunitas relawan, sekolah sungai, srikandi sungai, dan perusahaan, serta masyarakat umum.Madi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *