Jawa

Kasus Omicron Meningkat, SMKN 1 Klaten Perketat Prokes

×

Kasus Omicron Meningkat, SMKN 1 Klaten Perketat Prokes

Sebarkan artikel ini

Klaten, faktapers.id – Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Klaten, Narimo mengemukakan bahwa pihak sekolah menerapkan beberapa strategi untuk mengatasi penularan SARS-CoV-2 varian Omicron. Hal ini dilakukan mengingat kasus varian tersebut di Kabupaten Klaten semakin hari terus menunjukkan peningkatan. Kondisi ini dipicu oleh meluasnya penyebaran varian Omicron di Tanah Air.

“Sekolah kami tetap konsisten melakukan beberapa strategi penanganan Omicron. Pertama adalah protokol kesehatan 3M, mengingat situasi saat ini Kabupaten Klaten masih di level 2, untuk itu pembelajaran diizinkan maksimal 50 persen ,” kata dia, saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (3/2/2022).

Ia menekankan pentingnya disiplin prokes, setiap siswa datang diharuskan cuci tangan di air mengalir menggunakan sabun atau hand sanitizer yang sudah disediakan dibeberapa titik kedatangan. Setelah itu, cek suhu apabila ditemukan suhu tinggi diatas 37,03 maka akan disuruh cek kesehatan. Hal ini dilakukan dalam upaya mencegah penularan virus corona, termasuk virus varian Omicron.

“Setelah tahapan dilalui, saat siswa masuk kelas diharuskan mengisi daftar hadir, disitu tertulis nomor, nama siswa dan suhu tubuh pada hari itu, dan ditanda tangani serta dikumpulkan ke wali kelas. Sekolah menyediakan tempat duduk dan meja untuk satu siswa. Pembelajaran tidak boleh menggerombol dan dilarang jajan diluar,” ungkapnya.

Narimo mengingatkan agar siswa membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Selain itu, tidak diperkenankan pinjam meminjam alat makan, alat tulis dan lainnya. Pembelajaran hanya berlangsung hingga pukul 12.00 WIB siang, sehingga siswa bisa ibadah dirumah.

“Untuk daya dukung yang tidak kalah pentingnya yaitu kebersihan lingkungan sekolah, kantor, taman. Sekolah harus bebas dari kotoran debu, genangan air dan drainase harus lancar, karena itu semua sangat mempengaruhi akan kesehatan siswa di sekolah,” tandasnya.

Di samping itu, dia mengimbau kepada siswa apabila saat berada dirumah untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota kalau tidak ada keperluan mendesak karena penularan Omicron bermula dari luar daerah yang masuk lewat kunjungan atau pada saat silaturahmi ke daerah lain.

“Proses pembelajaran siswa sementara masih 50 persen dari jumlah siswa, masuk dilakukan secara bergantian. Apabila hari ini sudah masuk, besok pagi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan bergantian, begitu seterusnya. Harapan kami pandemi ini segera berakhir sehingga pelaksanaan pembelajaran siswa bisa dilakukan secara normal,” tutup dia. Madi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *