DaerahJawa

Razia Jelang Ramadan, 5 Pasangan Mesum Digaruk Petugas, Salah Satunya Ngaku Wartawan

×

Razia Jelang Ramadan, 5 Pasangan Mesum Digaruk Petugas, Salah Satunya Ngaku Wartawan

Sebarkan artikel ini

Klaten, faktapers.id- Seorang pria berinisial SN (37) asal dari Klaten diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat saat sedang ngamar dengan pasangan tak resminya di sebuah hotel, dikawasan Kecamatan Klaten Tengah. Saat terkena razia, SN sebelumnya menolak dan akhirnya tetap digelandang petugas ke Kantor Satpol PP Klaten untuk dilakukan pendataan.

Bahkan saat akan diperiksa, SN mengaku sebagai seorang wartawan dan menunjukkan kartu identitas salah satu media. SN saat ditangkap sempat mengancam petugas dan akan menyebarluaskan keburukan dari instansi tersebut.

Plt Kabid Penegakan Perda dan Perbub Satpol PP Klaten, Sulamto membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan, meski sudah mengaku sebagai wartawan pihaknya tetap memeriksa SN dan menyita kartu identitas berupa KTP. Pihaknya mengaku selain merazia hotel dengan target pasangan mesum, juga bertujuan untuk menjaga suasana kondusif di Kabupaten Klaten menjelang bulan Ramadan.

“Dalam operasi ini tim gabungan berhasil mengamankan lima pasangan tak resmi. Kelima pasangan tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) No.27/2002 tentang Larangan Pelacuran. Selain itu, mereka melanggar Perda No.12/2013 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3),” terang dia.

Kedua Perda itu, lanjut Sulamto, ada sanksi berupa hukuman penjara dari masing-masing Perda yaitu hukuman penjara selama 3 (tiga) bulan penjara dan denda. Karena mereka baru kali ini terkena razia maka belum bisa dikategorikan atau belum diindikasikan sebagai pekerja seks komersial (PSK) dan kelima pasangan itu hanya diberi sanksi wajib lapor.

“Dalam rangka pembinaan kelima pasangan tersebut kami kenakan sanksi wajib lapor selama 20 kali. Jadi sepekan wajib datang ke Kantor Satpol PP dua kali, apabila mangkir akan kami panggil dengan surat melalui kepala desa. Untuk sanksi lapor laki-laki berbeda dengan yang perempuan,” katanya, Senin (28/3/2022).

Rencananya razia yang melibatkan petugas gabungan Satpol PP, TNI, Polri dan Dissos P3AKB Klaten ini akan terus digencarkan jelang bulan ramadan ini guna melakukan penegakan Perda serta menjaga kondusifitas diwilayah hukum Klaten. Madi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *