DaerahJawa

Perahu Penyebrangan Sungai yang Bisa Angkut 10 Motor, Mitos Ada Penunggu Sungai Pemali Brebes

×

Perahu Penyebrangan Sungai yang Bisa Angkut 10 Motor, Mitos Ada Penunggu Sungai Pemali Brebes

Sebarkan artikel ini

Brebes, faktapers.id – Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, warga di desa Kedungtukang, Kecamatan Jatibarang dan desa Glonggong, Kecamatan Wanasari lebih memilih menggunakan jasa perahu penyeberangan yang mengantarkan orang dan kendaraan di Sungai Pemali, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (5/5/2022).

Warga dua desa di daerah itu masih mengandalkan perahu eretan untuk menyebrangi Sungai Pemali.
Jika tidak, warga harus menempuh jalur lain yang jaraknya lebih jauh.

Seperti halnya yang dilakukan Bambang Satrio (28) warga Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah yang hendak berkunjung untuk berlebaran ke saudaranya di Desa Glonggong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Dirinya lebih memilih menggunakan jasa perahu penyebrangan lantaran waktu yang ditempuh dinilainya lebih cepat ketimbang harus melewati jalur alternatif pantura yang menempuh jarak belasan kilometer.

Untuk tarifnya sendiri, tukang perahu tidak mematok. Warga biasanya memberikan Rp. 2.000  sekali menyebrang.

“Tarif tidak dipatok, warga biasanya kasih Rp. 2.000 untuk sekali  menyebrang,” katanya.

Yang diamati faktapers.id bukan hanya manusia saja yang bisa naik ke perahu, tak jarang ada pula sepeda motor.

Malah kebanyakan penyebrang yang membawa sepeda motor.
Dari infromasi yang dihimpun bisa 10 motor yang diangkut perahu.

Banyaknya warga yang menggunakan jasa perahu tersebut membuat calon penumpang harus antre.

Jasa perahu penyebrangan ini tak beroperasi hingga malam hari, hanya sampai sore hari pukul 17.00 WIB.

Mengenai Sungai Pemali sendiri, ada mitos yang hingga kini masih dipercaya masyarakat setempat yakni penunggu Sungai Pemali.

Warga Glonggong, Muhtoli (50) membenarkan adanya mitos yang hingga kini dipercaya masyarakat setempat  mengenai penunggu sungai pemali.

Toli bercerita bahwa mitos tersebut sudah turun temurun sejak dulu terkait Sungai Pemali yang lokasinya tak jauh dari rumahnya.

“Jadi dulu ceritanya ada seorang dukun beranak dari sebuah desa dan yang saya tahu itu desa kedung wadas. Kemudian, dukun beranak itu ditemui dua orang laki-laki yang meminta tolong untuk membantu persalinan tuan mereka,” ujarnya.

Masih diceritakannya, dukun beranak itupun kemudian mau membantunya. Namun, dukun beranak sempat bingung ketika dirinya diajak untuk menyebur ke Sungai Pemali.

Karena dari informasi yang beredar, saat dukun beranak mencebur ke sungai dia bingung ada istana megah.

Singkat cerita, seorang perempuan yang disebut ratu pun melahirkan jabang bayi dengan selamat dan dukun itu dihadiahi kunyit.

Namun dukun beranak itu sempat meminta kepada perempuan yang disebut ratu agar tidak ada yang mengganggu anak, cucuk, dan warga desanya.

Toli pun menjelaskan, setiba di rumah, kunyit yang diberikan kepada dukun bayi itu seketika berubah menjadi emas.

Muhtoli menyatakan kebenaran mitos Sungai Pemali tersebut yang telah beredar di masyarakat luas. Menurut dia, masyarakat boleh mempercayainya atau pun tidak.  ibeng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *