Tak Masuk ISSI, Namun Mampu Harumkan Nama Buleleng, Suartawan Di Fun Bike Jembrana Cycling 2022

IMG 20220731 WA0095

Singaraja, Faktapers.id -Nama Putu Suartawan (37) alias Bladug asal Desa Kaliasem, Buleleng mampu harumkan Kabupaten Buleleng di ajang Fun Bike Jembrana Cycling 2022.

Penyelenggaraan Fun Bike Jembrana Cycling 2022 , Minggu (31/7) pukul 08.00 wita dibuka langsung Bupati Nengah Tamba di jalan Gedung Keseng kabupaten setempat

Fun Bike Jembrana Cycling 2022, hampir diikuti 300 peserta, sisi lain para master Race menjajal tanjakan terjal dari Desa Batu Agung dan finis di kawasan Tukad Gelar

 

IMG 20220731 WA0096LoSuartawan menggunakan sepeda MTB mampu bersaing dengan pembalap Jembrana lainya dan diikuti peserta dari ISSI Buleleng namun saat Finish, peserta ISSI tertinggal jauh, pria empat anak itu mampu mengangkat nama Buleleng kendati meraih juara 3 dengan modal sendiri.

Raih prestasi seperti itu, Suartawan/Bladug saat ditemui dirumahnya pukul 15.10 wita kepada Fakta mengungkapkan ISSI Buleleng junior mengirim 2 peserta namun kalah.

Pria yang keseharian bekerja sebagai sopir travel di daerah Lovina,sejak Covid melanda berani mengambil kesimpulan untuk olahraga bersepeda gayung kendati umurnya sudah melewati batas namun mampu bersaing, bahkan di Buleleng sempat meraih juara I, lomba tanjakan di Desa Madenan juara I.

“Tadi di Jembrana cukup ramai berbeda dengan di Buleleng peminatnya sedikit, yang Fun bike ambil jalur datar sembari kumpul kupon dan dapat dorpraice. Kita yang klas Race kembali di carikan jalur tanjakan, kalau dihitung 20 km dari pemanasan sampai Finish jarak tempunya hanya 10 km. Medan cukup exstrim, diawal sempat urutan pertama namun kalah dengan peserta Jembrana yang sudah menguasai Medan, syuhkur bisa ikut walaupun biaya sendiri,”ujarnya

Menurutnya peminat balap sepeda gayung khusus menjaljal tanjakan peminatnya cukup sedikit disamping itu perhatian ISSI Buleleng masih kurang,

“Tahun kemarin ultah Fello peminat sedikit. Kalau di Jembrana ISSI sangat mendukung atlet baik biaya transportasi uang makan,termasuk Master dapat. Kalau Buleleng sendiri tidak tau apa karna biaya tidak ada atau penggeraknya kurang sehingga ayem,”jelas Bladug. ds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *