Gelar Festival “Aku dan Kain” Oscar Lawalata Ingin Kain Tenun Indonesia Mendunia

IMG 20220810 145521 scaled

Jakarta, faktapers.id – Sama halnya dengan Batik Indonesia, Perancang Busana, Oscar Lawalata ingin kain tenun tradisional Indonesia mendunia. Sebab, pada kain tenun ditemukan ciri khas daerah dan kian banyak digunakan sebagai bagian dari kehidupan manusia, khususnya masyarakat Indonesia. Mulai dari kegiatan ritual hinga kegiatan sehari-hari sejak dulu hingga saat ini, dimana tradisi dan kearifan lokal dapat menjadi sebuah esensi pemersatu generasi masa kini dan masa depan.

Menurut Oscar Lawalata yang kini disebut Asha Darra ini, Indonesia mempunyai banyak kain tradisional yang luar biasa di setiap daerah dan punya kekhasnya masing-masing. Oleh karenya Asha Darra ingin membangun antusiasme yang akan ditularkan untuk masyarakat Indonesia dan dunia. Hal tersebut diimplementasikan perancang kelahiran 1 September 1977 ini yang bekerjasama dengan Museum Nasional dalam Festival “Aku dan Kain” yang diselenggarakan pada 10 Agustus hingga 10 September 2022 di Museum Nasional, Jakarta Pusat.

Melalui Aku dan Kain: The Age of Diversity, Oscar Lawalata Culture ingin menyampaikan bahwa keindahan yang harmoni tidak perlu seragam dan serba sama, namun perbedaan sejatinya merupakan rangkulan persatuan dalam perbedaan.

Lahir dari filosofi keindahan, beragam kain tenun Nusantara ini dituangkan dalam pendekatan fashion dan gaya hidup, kecintaan akan keindahan dan filosofi ini pula yang menjadi akar dari Aku dan Kain: The Age of Diversity.

Proses tenun yang melambangkan persatuan, juga akan dituangkan dalam sebuah kolaborasi fotografi Aku dan Kain : The Age of Diversity, di mana team Oscar Lawalata Culture berkolaborasi dengan fotografer Vony Wong yang mengajak 100 tokoh yang berpengaruh di era modern, ditampilkan dalam sebuah instalasi fotografi digital yang didukung oleh Epson Indonesia, serta rumah produksi fotografi HIRA imaji, studio foto Ruang HIRA, videografer Bill William Gautama dengan dukungan peralatan dari BSM Rental, Hagai Pakan sebagai Fashion Consultant, dan Yemima Cahyani Pujilestari, Shafira Rizka, dan Kevina Marcelline sebagai fashion stylist.

“Festival Aku dan Kain, sebuah movement yang merayakan keanekaragaman budaya, untuk membangun rasa nasionalisme, serta mengangkat keindahan nilai nilai pluralisme. Kekayaan kain tradisional Indonesia dan keragamannya perlu dilestarikan oleh gerenasi penerus. Karena Indonesia, punya banyak kain tradisional yang luar biasa di tiap daerah,” papar Asha Darra dalam konferensi pers di Museum Nasional, Jakarta, Rabu, (10/8/2022).IMG 20220811 064525

Tak hanya itu, Festival “Aku dan Kain” yang diselenggarakan 10 Agustus hingga 10 September 2022 ini, akan menampilkan sosok anak bangsa yang menginspirasi dengan balutan kisah dan kreasi penuh makna yang dinarasikan melalui karya indah mereka.

Selama 1 (satu) bulan penuh, Festival Festival “Aku dan Kain” di Museum Nasional dengan harga tiket Rp 15 ribu dan Rp 20 ribu bagi pengunjung yang ingin masuk ke ruang temporer ini dipastikan akan memanjakan mata pengunjung.

Karena di Festival “Aku dan Kain” juga ada pameran fotografi yang melibatkan 100 selebritas/influencer diantaranya Reza Rahadian, Marsha Timothy, Dian Sastro, Nirina Zubir, Angga Yunanda, Syifa Hadju, Najwa Shihab, Renata Moelek dan dimeriahkan dalam perayaan fashion show oleh Refal Hady, Jovi Adhiguna, Ayu Ghani, Davina Veronica, Gamaliel Tapiheru, Sal Priadi, Yuki Kato dan masih banyak lagi akan menampilkan rancangan Oscar Lawalata. Tentu saja rancangan ini menggunakan kain-kain khas Nusantara. Her

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *