IPW Minta Kepolisian Menangkap dan Memproses yang Terlibat Masuknya Rumah Judi Mensponsori Klub-klub Sepak bola di Indonesia.

judi bola

Jakarta, Faktapers.id – Indonesia Police Watch (IPW) menilai sponsor rumah judi pada klub-klub sepak bola Indonesia sangat merusak moral bangsa terutama generasi muda.

Sehingga IPW meminta kepolisian agar menangkap dan memproses orang-orang yang terlibat pada masuknya rumah judi untuk mensponsori klub-klub sepak bola di Indonesia.

Menanggapi hal ini Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan bahwa selama ini PSSI dan PT LIB tidak berada di pihak dalam kerja sama atau ikut bekerja sama dengan yang dilakukan antara klub dan situs online tersebut.

Menurutnya kalau kemudian kerja sama itu dianggap meresahkan maka PSSI dalam waktu dekat akan mengundang klub-klub tersebut.

“Kami akan mengundang klub-klub yang dilaporkan tersebut, dan apabila ternyata ini diduga kuat melanggar etis bahkan melanggar hukum tentu kami akan memanggil karena mereka adalah anggota kami dan akan kami mintai klarifikasi.” kata Yunus Nusi.

Dikutip dari situs resmi PSSI, Yunus menambahkan, secara umum PSSI akan mengambil sikap menyarakan untuk mengambil langkah terbaik, karena prinsipnya sepak bola itu untuk semua dan harus membahagiakan.

“Tidak boleh sepak bola itu meresahkan. Jadi dipastikan para anggota kami untuk mengambil langkah terbaik. Sebelum ada hal-hal yang meresahkan Saya sarankan agar dihentikan dulu kerja sama itu.” tandasnya.

Sementara seorang yang mengaku bernama Rio Johan Putra, SH, SE,Msi, AK telah melaporkan ke Bareskrim Polri terkait dengan dugaan judi online sepakbola nasional. Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STTL/301/Vlll/2022/Bareskrim, tanggal 22 Agustus 2022. Laporan tersebut diterima AKBP R Hermanto M Jaya, S.H,M.H.

Ada beberapa klub Liga yang dilaporkan diantaranya Klubo Sepakbola Persekabo 1973, PSIS Semarang, Arema FC, PT. Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *