Mahasiswa KKN Tim 320 UNS Surakarta Gencarkan Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi

IMG 20220819 WA0023

Kebumen, faktapers.id- Tim pengabdian masyarakat Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 320 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengajak masyarakat Desa Banjarwinangun, Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa tengah untuk memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk organik.

“Kegiatan sosialisai ini dalam upaya untuk membantu meningkatkan pemahaman terhadap masyarakat Desa Banjarwinangun terkait betapa besarnya manfaat dari limbah kotoran sapi,” kata Ketua Tim Pengabdian KKN 320 UNS Surakarta, Barkah Nurman Yunanto, dalam keterangan release yang diterima, Jumat (19/8/2022).

Terlebih, lanjut dia, mayoritas masyarakat Kampung Banjarwinangun berprofesi sebagai petani dan peternak. Dimana peternak di kampung ini juga tergolong salah satu yang besar di Kabupaten Kebumen dengan rata-rata setiap rumah memiliki 3-10 sapi.

Namun begitu, ia mengatakan potensi Kohe (kotoran hewan) yang cukup besar di kampung tersebut belum mendapatkan penanganan yang serius atau pengelolaan manajemen limbah secara optimal untuk pemanfaatan yang lebih luas.

“Pemanasan global akan menyebabkan perubahan iklim, perubahan pola curah hujan, banjir dan kekeringan bergeser polanya yang pada gilirannya tetap merugikan usaha petani. Untuk menghindari hal itu maka tehnologi yang bisa mengurangi produksi CO2 dan NH4 harus terus dikembangkan oleh petani,” ujarnya.

Ia menjelaskan, beberapa tehnologi yang sudah terbukti adalah dengan pemanfaatan limbah kotoran ternak sapi menjadi pupuk organik. Penggunaan pupuk kompos atau organik pada lahan pertanian mampu menjaga kesuburan tanah dan bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan.

“Keunggulan pemanfaatan limbah kotoran hewan atau kompos diantaranya hasil panen lebih tahan disimpan, lebih segar, rasa lebih enak. Mengandung hormon dan vitamin bagi tanaman, menghemat biaya kelola limbah, memiliki nilai jual tinggi dan mengurangi polusi udara,” kata dia.

Sementara itu, Kades Banjarwinangun, Puji Rohwatin mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan di rumah kelompok ternak sapi “Sri Rejeki” ini diharapkan dapat terus berlanjut dan bisa diterapkan oleh seluruh kelompok ternak yang ada di Banjarwinangun.

“Semoga melalui kegiatan ini masyarakat dapat merasakan manfaatnya sebagai peternak banyak diuntungkan. Pupuk organik mempunyai banyak kelebihan, selain harga terjangkau dan bisa dihasilkan dari ternak sendiri, dan juga pupuk kandang mampu memperbaharui tanah lempung,” ujarnya.

Pada program kerja kali ini tim KKN kelompok 320 UNS Surakarta menggandeng Dinas Pertanian (Balai Penyuluh Pertanian) Kecamatan Petanahan dengan sasaran target adalah Kelompok Tani Ternak Sapi (KTT) diwilayah Desa Banjarwinangun. Kegiatan diakhiri dengan praktek pembuatan pupuk organik padat yang berbahan kotoran sapi. Madi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *