Bali  

BBM Langka di Bali Antrean di SPBU Semakin Meningkat. DPRD Bali Kresna Budi Dorong Guberbur Segera Koordinasi ke Pusat

IMG 20221208 WA0004

Singaraja, Faktapers.id – Kelangkaan BBM pada setiap SPBU di Bali membuat masyarakat menjerit selain itu membuat kemacetan , keberhasilan KTT G20 yang diselenggarakan di Bali bulan lalu mulai tercoreng. Pemerintah pun belum mampu berbuat banyak.

Berdasarkan hasil koordinasi yang dihimpun, Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi mengatakan dan berharap tidak terjadi keributan dan Polda Bali mengerahkan personil dibawah, “Kami berharap Kapolda menurunkan personilnya dibawah untuk menjaga hal tidak diinginkan disetiap SPBU,”papar Krena Budi

IGK Kresna Budi yang getol bersuara, penegak hukum supaya menelusuri bila ada dugaan indikasi penimbunan BBM tersebut,”Kita berbaik sangka, bila perlu kapolda Bali menelusuri akan adanya penimbunan BBM itu karena penyebab langka itu belum tahu betul. Dan pertamina harus menjelaskan supaya tidak terjadi kesimpang siuran informasi dimasyarakat,”ujarnya.

Dengan kelangkaan ini Ketua Komisi II sekaligus Ketua DPD Golkar Buleleng yang ditakuti terjadi Implasi, “Kalau terus terjadi kelangkaan akan mengganggu distribusi kebutuhan bahan pokok yang tentunya dapat menjadikan Implasi karena saat ini sudah mulai musim penghujan. Guberbur Bali juga harus segera berkoordinasi ke pusat karena keberhasilan dari pada G20 sudah berjalan baik menjadi mandeg disebabkan kelangkaan BBM”terang IGK Kresna Budi (6/12/2022)

Sisi lain sntrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali bahkan kepolisian harus turun tangan menatasi hal tersebut seperti di SPBU Desa Dencarik,Kota Singaraja,SPBU Tukad Mungga, Penarukan, Sawan Giri Mas. Kapolres Buleleng AKBP Made Dhanuardana mengerahkan personil guna mengawasi pembelian menggunakan Jirigen namun masih saja terjadi dan oknum SPBU yang disernut tak mampu berbuat banyak

Penyebab kelangkaan BBM jenis Solar, Pertalite di Buleleng menurut Polres melalui Kasi Humas disebabkan pembelian Pertalite dan Solar, konsumen diwajibkan untuk mendaftar di website MyPertamina dan menggunakan aplikasi MyPertamina ‘Sesuai perintah Kapolda Bali dan ditindak lanjuti Polres dan Polsek jajaran untuk hadir di SPBU menghindari terjadinya antrean berkepanjangan. Bahan bakar ada cuman konsumen saat pembelian harus menggunakan aplikasi sehingga pelayanan agak lambat bukan karena langka,”papar AKP Gede Sumarjaya

Sementara itu penanggung Jawab Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Cholishon Liwajhillah meminta masyarakat Pulau Dewata tak panik dan membeli bahan bakar sesuai kebutuhan.
“Pertamina Patra Niaga terus memastikan seluruh penyaluran sudah patuh terhadap regulasi dan kuota solar yang ditetapkan BPH Migas. Sebagai operator yang ditugaskan, juga berkomitmen siap menyalurkan solar sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah,” katanya.
Sehubungan dengan adanya antrean pada pembelian solar subsidi, pihak Pertamina itu mengaku berinisiatif melakukan pengaturan ulang atau normalisasi dengan menyalurkan solar berdasarkan kuota provinsi, sehingga diharapkan lembaga penyalur dapat pasokan secara merata (ds).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *