Headline

Exspor Perdana 1.000 Ekor Babi Berlayar Keluar Pulau Bali, Kresna Budi:  Tingkatkan Aktivitas Pelabuhan Celukan Bawang

×

Exspor Perdana 1.000 Ekor Babi Berlayar Keluar Pulau Bali, Kresna Budi:  Tingkatkan Aktivitas Pelabuhan Celukan Bawang

Sebarkan artikel ini

Singaraja.Faktapers.id –Tingkatkan aktivitas dan fungsi Pelabuhan Celukan Bawang yang selama ini kian dianak tirikan yang ada di Buleleng Barat

Belakangan ini kemajuan lebih pesat di pelabuhan Benoa/Bali ketimbang Celukan Bawang yang di bawah naungan Pelindo, DPRD Bali IGK Kresna Budi Sabtu (29/4) pukul 13. 20 wita mengecek aktivitas bongkar muat Pelabuhan Celukan Bawang sembari melakukan pemantauan pengiriman Babi keluar Pulau Dewata

Banyak faktor penyebab kurangnya sandar kapal barang keluar masuk pelabuhan tersebut, hanya saja kapal -kapal tongkang pengangkut semen ilirmudik

Kali ini pengiriman perdana sejumlah 1.000 ekor babi sudah vaksin lengkap dengan harga per ekor babi siap komsumsi mencapai harga 4 juta dengan bobot berat 100 kg yang dikirim ke daerah Singkawan, Kalimantan Barat sebagai daerah tujuan, IGK Kresna Budi yang kerjasama dengan beberapa peternak di Bali akan berupaya menstabilkan ekonomi masyarakat dimasa Pandemi.

Jika dihitung nilai kormersilnya pengiriman 1.000 ekor babi mencapai harga 4 Miliar itupun belum termasuk biaya tenaga dan angkutan kapal yang mencapai 750 juta.

Spekulasi Agribisnis dimasa pandemi ini jarang dilirik pemerintah bahkan tidak di miliki anggota DPRD lainya yang sudah jelas dapat memajukan ekonomi para peternak dan hidupnya aktivitas pelabuhan setempat

Selain dermaga bongkar muat kapal yang dapat meningkatkan para pekerja(TKBM), pengiriman Babi yang merupakan perdana dilakukan menurut IGK Kresna Budi.

“Kita ingin mengoptimalkan pelabuhan Celukan Bawang, dan meningkatkan kesejahteraan TKBM jadi sangat epektif jika pelabuhan ini betul-betul di fungsikan, kita segera koordinasi dengan Pelindo, Provensi Bali. Selain dermaga ada marina untuk pelabuhan Kapal Pesiar tapi supaya tidak mengganggu aktivitas bongkar muat. Secepatnya kita koordinasi dengan pihak BUMN,”kata Kresna Budi,” papar Kresna Budi

Menariknya dua minggu kedepan jumlah pengiriman babi akan mencapai 2000 lebih, “2 minggu kedepan 2000 ekor kita akan kirim masih ke daerah Singkawang. Mudah-mudahan kedepan bangkitnya aktivitas pelabuhan Celukan Bawang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat terutama yang ada di desa penyangga,” pungkas Kresna Budi.

(ds).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *