DaerahBali

Suara Musik Keras, Miris Pelaku UMKM PP dikeluhkan Oknum Namun Sepakat Musik Tutup Jam 2 Malam

×

Suara Musik Keras, Miris Pelaku UMKM PP dikeluhkan Oknum Namun Sepakat Musik Tutup Jam 2 Malam

Sebarkan artikel ini

Singaraja.Faktapers.id – Dalam perkembangan ditahun lalu, kini jauh berbeda dengan situasi kondisi sekarang Destinasi Wisata(DTW) Pantai Penimbangan(PP) yang mempunyai sebuah daya tarik bisnis cukup menjanjikan dengan posisi wilayah sangat stategis berada dipinggir pantai desa Baktiseraga.

Pertemuan para pedagang di rumah Bendesa adat Galiran Jro Anteng Minggu (7/5) pukul 16.30 wita dengan dihadiri puluhan pedagang,Bhabinkam,Kadus Galiran mewakili Kades Gusti Armada, kelompok nelayan,Pokmaswas Penimbangan serta sesepuh desa, pertemuan berdasarkan pengaduan oknum masyarakat kepada Kapolres Buleleng yang disampaikan secara langsung

Hasil kesepakatan mulai jam 12 malam suara musik dari Saund Sistem yang dimiliki UMKM(angkringan) mulai diperkecil dan jam 2 malam untuk ditutup. Namun aktivitas pedagang tetap berjalan sebagai mana biasa.

Pelaku UMKM bagi membunyikan suara keras ditutupnya pada jam dengan alasan pengunjung datang terlalu malam, untuk itu pengunjung seharusnya datang dibawah jam 12 malam guna menikmati suasana yang diinginkan baik bersama keluarga maupun temen-temen

Diketahui sebelumnya banyak pengaduan dari warga kepada Kapolres Buleleng sehingga permasalahan ini dijembatani langsung oleh Desa Adat untuk mengambil sikap preventif guna mencegah terjadinya sesuatu khusus kepada pelaku UMKM disekitaran

Bendesa Adat Jro Putu Anteng, mengatakan, “kami berikan pasilitas dalam pertemuan ini menjembatani apa yang menjadi permasalah dan disepakati suara musik diperkecil dari jam 12 malam dan pukul 2 dini hari ditutup.

Menurut salah satu pedagang jangan saja menertibkan masyarakatnya sendiri namun perlu juga ditegaskan kepada para pedagang dan masyarakat lainya untuk menjaga kebersihan lingkungan terutama pantai dari kekotoran sampah serta mematuhin situasi lingkungan.

Kades Baktiseraga Gusti Armada dikonfirmasi mengemukakan, “intinya tentang jam buka tutup dagang di timur pura agar masyarakat di sekitar tempat tersebut juga merasa nyaman, tidak terganggu dengan suara musik yang berlebihan di atas jam tutup yang disepakati yaitu jam 12 malam tutup total 2 dini hari. Kita apresiasi masyarakat pedagang disana membuat kesepakatan disamping itu mata pencarian mereka yang perlu kita jaga,”terang Armada.

(ds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *