BaliDaerahHeadline

10 Tahun Kota Singaraja Terabaikan, PJ Bupati Buleleng Segera Tata Indah Kawasan Kota

×

10 Tahun Kota Singaraja Terabaikan, PJ Bupati Buleleng Segera Tata Indah Kawasan Kota

Sebarkan artikel ini
10 Tahun Kota Singaraja Terabaikan, PJ Bupati Buleleng Segera Tata Indah Kawasan Kota

 

Singaraja.Faktapers.id– Hampir 10 tahun lamanya Gedung Kesenian Gde Manik yang memiliki sejarah bagi Buleleng sering dimanfaatkan sebagai tempat pementasan kesenian dan berbagai event akan direhab kurang perawatan yang maksimal oleh Pemkab

Dengan adanya RTH Bungkarno gedung tersebut hanya digunakan sesaat saja dalam event tertentu bahkan terlihat ada kebocoran pada atap, kendati kondisinya seperti itu namun PJ Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mulai menata gedung bersejarah tersebut kini mulai dianggarkan biaya renovasi sebesar Rp 1,3 miliar. Gedung itu akan dijadikan tempat pertunjukan berkapasitas sekitar 2.000 orang setara dengan gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar.

Menjelang masa jabatanya 1 tahun, PJ Ketut Lihadnyana ketika dikonfirmasi Minggu ((18/6) mengatakan terhadap renovasi gedung bersejarah milik pemkab Buleleng ,” Kasihan 10 tahun tidak diperhatikan, kami anggarakan sekarang karena gedung tersebut memiliki sejarah khusus kesenian di Buleleng dan filosofi , Gde Manik tokoh seniman legendaris dari Buleleng tentu kita harus bangga, “papar Ketut Lihadnyana Senin (19/6)

Baca Juga : Julisman Boesman Kembali Disidang di PN Tangerang Kasus Penipuan Terhadap Korban RH

Penataan terhadap Gedung tersebut telah dimulai menurut PJ, “Kemudian fasilitas yang rusak kita ganti sofa lipat, karpet dan lighting baru yang lebih representatif ditambahkan AC, patung Singa nanti ada dua besar-besar di depan sehingga kita harapkan dapat memberikan kebanggaan kepada tokoh dan Buleleng karena tidak semua kabupaten mempunyai gedung bersejarah ,”ujar PJ Ketut Lihadnyana.

Selain menata gedung kesenian Gde Manik, kawasan perkotaan akan ditata untuk lebih indah beberapa tanaman Tabebuya yang mana tanaman ini berasal dari negara Brasil dan termasuk jenis pohon besar. seringkali tanaman ini dikira sebagai tanaman Sakura oleh kebanyakan orang. Diketahui tanaman itu berbunga di musim kemarau yang sedang terik-teriknya matahari sekitar bulan Juli-Agustus atau September-Oktober
‘Beberapa jalan dipinggirnya akan ditanami Tabebuya tanaman sejenis dengan bunga sakura sehingga ketima musim berbunga jalan akan terlihat indah asri. Juga papan reklame yang terpasang liar akan kami tertibkan dan satu hal menarik ketika malam hari sudut-sudut kota bulan Agustus ini akan dipasang video troom ukuran besar-besar,”ujar PJ Ketut Lihadnyana.

Terhadap kekumuhan kota, menurut Ketut Lihadnyana pria asal desa Kekeran Busungbiu yang berpengalaman luas, Pemkab akan tetap bersikap menertibkan oknum masyarakat yang membuat kumuh kota Singaraja seperti yang sempat menjadi perbincangan pengepul rongsokan dijalan Patimura,”Yang di Patimura saya sendiri akan segera turun walaupun sudah ditegur dan ditertibkan, yang salah dulu dikasih ijin buat kami walaupun ada ijin apabila mengganggu dan merusak keindahan kota tentu akan kami tertibakan dan rongsokan tidak boleh kelihatan dari sisi luar dan itu juga teruntuk bagi semua masyarakat ada dikota Singaraja untuk bersama membuat Indah,”terang PJ Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana (ds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *