DaerahHeadline

Penyuluh Agama Klaten Selatan Sosialisasikan Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban  

1115
×

Penyuluh Agama Klaten Selatan Sosialisasikan Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban  

Sebarkan artikel ini
IMG 20230618 WA0026

Klaten, faktapers.id – Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Forum Kerukunan Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Klaten Selatan menggelar sosialisasi penyembelihan hewan Qurban menghadapi Idul Adha 1444 H yang tidak lama lagi akan di rayakan umat muslim di seluruh dunia.

Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi agar setiap masjid mempunyai tim jagal sendiri, sehingga kedepan tidak tergantung dengan jadwal tim jagal dan mandiri. Dihadiri sebanyak 135 peserta dengan target sasaran diantaranya panitia penyembelihan hewan Qurban, pengurus masjid dan jagal.

“Dengan apel siaga ini bisa menjadikan syiar ibadah Qurban itu istimewa. Kedepan diharapkan makin lebih luas dan pengikutnya semakin banyak,” kata Ketua Panitia dan Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Klaten Selatan, Nur Alam Andirka disela sosialisasi, pada Minggu (18/6/2023).

Lebih lanjut, Nur Alam menyampaikan, materi yang disampaikan selain tentang tata cara penyembelihan hewan qurban secara syariat yang disampaikan Ketua MUI Klaten juga disampaikan tentang persyaratan hewan Qurban yang boleh dilakukan.

“Penyembelihan sesuai dengan tata cara kesehatan hewan yang diistilahkan kesejahteraan hewan. Jadi, aspek agamanya disampaikan, juga aspek kesehatannya. Selain itu, aspek fiqih hingga penanganan daging supaya tertangani dengan baik,” terangnya.

Sementara, Camat Klaten Selatan, Supardiyono mengapresiasi kegiatan apel siaga yang dilaksanakan oleh forum komumikasi penyuluh agama Islam wilayah Klaten Selatan. Pihaknya mengaku banyak warga yang kurang faham tentang tata cara penyembelihan hewan Qurban.

“Ternyata banyak yang belum tahu mulai unsur syar’i bagaimana memilih hewan Qurban, kemudian tentang fiqih dan syariahnya, lantas bagaimana perlakuan hewan sebelum disembelih supaya tidak stres dan terakhir tentang perlakuan daging serta waktu pendistribusiannya,” tutupnya.  (Madi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *