DaerahJawa

PT Konimex Salurkan Bantuan Biaya Diklat Satpam PT Garda Total Security di Klaten

×

PT Konimex Salurkan Bantuan Biaya Diklat Satpam PT Garda Total Security di Klaten

Sebarkan artikel ini

Klaten, faktapers.id – PT Konimex menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk bantuan donasi biaya Diklat Satpam. Bantuan disalurkan melalui Direktur BUJP PT Garda Total Security, Agus Wijanarko di Aula Diklat Satpam setempat, Kamis (13/6/2024).

Penyerahan bantuan berupa uang sebesar Rp1 juta per siswa yang terpilih ini dilakukan oleh Organization Development and Recruitmen PT Konimex, Yeni Karsono dengan tujuan untuk membantu menjembatani kebutuhan satpam di PT Konimex.

Dalam kesempatan itu, Yeni Karsono mengatakan, program CSR untuk Diklat Satpam ini baru pertama kali dilakukan. Bantuan tersebut selain sebagai program CSR, juga dalam upaya PT Konimex ikut andil berkarya di masyarakat.

“Kami harap bantuan donasi ini dapat meringankan dan membantu bagi para siswa satpam yang terpilih oleh PT Konimex. Semoga program ini bisa berkelanjutan dan kerjasama yang baik antara BJUP PT Garda Total Security dan perusahaan yang membutuhkan,” ujanya.

Direktur PT Garda Total Security, Agus Wijanarko mengatakan, kerjasama yang baik dengan PT Konimex ini sebagai salah satu bentuk komitmen PT Garda Total Security selaku penyelenggara pendidikan dan latihan terhadap siswa.

“Kami tidak hanya mendidik dan melatih tapi juga memberikan sertifikat. Selain itu, beban moril pasca kelulusan yaitu bagaimana siswa nantinya bisa terserap untuk bekerja. Banyak kemitraan perusahaan yang kami jalin, salah satunya PT Konimex,” terangnya.

Menurut Agus, pengguna jasa satpam merupakan referensi dalam pembuatan kurikulum. Maka dari itu, setelah berdiskusi mereka mengusulkan link dan match nya pelatihan dengan dunia kerja harus sinkron, seperti penguatan pembentukan sikap mental satpam.

“Dalam penyempurnaan kurikulum harapan nantinya para alumni dari PT Total Garda Security prosentase terserapnya di dunia industri jauh lebih banyak, lebih flexible 80 persen kurikulum Mabes Polri dan 20 persen muatan lokal,” ungkapnya.

(Madi)