DaerahHukum & KriminalJawa

Aksi Heroik Tiga Remaja Pemberani Di Cianjur Gagalkan Polisi Gadungan Bawa Kabur HP

×

Aksi Heroik Tiga Remaja Pemberani Di Cianjur Gagalkan Polisi Gadungan Bawa Kabur HP

Sebarkan artikel ini
Tiga remaja putri atas nama Dirsi (14), Amira (14), dan Nasya (14), warga Kecamatan Sukaluyu. Polisi gadungan itu tiba-tiba menghentikan ketiga putri tersebut.

Cianjur, Faktapers.id  – Aksi tiga remaja putri di Cianjur, Jawa Barat bagaikan jagoan 3 wanita melakukan aksi heroik. Mereka berhasil menggagalkan aksi polisi gadungan yang membawa kabur telepon seluler korban setelah mengejar pelaku sejauh 12 kilometer.

Kapolsek Sukaluyu Kompol Yayan Suharyana di Cianjur menjelaskan,   tertangkapnya polisi gadungan bernama Denniz Setiawan, warga Kota Cimahi, itu berawal dari kecurigaan tiga remaja putri atas nama Dirsi (14), Amira (14), dan Nasya (14), warga Kecamatan Sukaluyu. Polisi gadungan itu tiba-tiba menghentikan ketiga putri tersebut.

“Ketiganya merasa curiga dengan gelagat polisi gadungan yang tiba-tiba menghentikan mereka saat melintasi jalan lingkungan, tempat tinggalnya. Mereka diancam akan ditilang atau meminta maaf dengan menyerahkan telepon seluler miliknya,” kata Yayan, dilansir Antara, Sabtu (22/6/2024).

Salah seorang dari remaja tersebut diminta naik sepeda motor pelaku menuju kantor desa. Namun, korban diturunkan di tengah jalan, kemudian pelaku melarikan diri. Mengetahui hal tersebut, Amira dan Nasya mencoba mengejar pelaku.

Hingga akhirnya pelaku dapat dilumpuhkan oleh dua remaja putri yang menabrakkan sepeda motornya dengan sepeda motor milik pelaku hingga terjungkal. Warga sekitar lantas meringkus pelaku, kemudian menyerahkannya kepada polisi.

“Pelaku ditangkap di Jalan Raya Bandung-Cianjur, tepatnya di Jalan Raya Ciranjang. Saat ini pelaku sudah ditangkap dan kasusnya diserahkan ke Polsek Ciranjang,” katanya.

Berdasarkan keterangan korban Amira, pihaknya sudah curiga dengan gelagat polisi gadungan tersebut ketika tiba-tiba diberhentikan. Korban lantas diberi pilihan ditilang atau minta maaf dan harus dilakukan di kantor desa.

“Saya curiga karena pria tersebut tidak seperti polisi biasanya. Dia memberikan pilihan mau ditilang atau meminta maaf. Saya lantas pilih meminta maaf, tetapi dia minta kami mengumpulkan telepon seluler dan minta satu teman ikut sepeda motornya,” kata Amira.

Baca juga:
Polisi Selidiki Dugaan Penjarahan di Rusun Marunda Jakut, Ini Hasilnya
Amira dan temannya yang lain diminta mengikuti dari belakang. Namun, selang beberapa saat, pelaku sudah tidak memboncengkan Dirsi dan berusaha mempercepat laju sepeda motornya sehingga Amira mencoba mengejar hingga akhirnya menabrakkan sepeda motor hingga pelaku terjatuh.

“Kami sempat menendang sepeda motor pelaku, tetapi hanya oleng. Hingga akhirnya terjebak macet di Jalan Raya Ciranjang, kami tabrakan sepeda motor pelaku hingga terjungkal dan kami teriak minta tolong hingga akhirnya pelaku ditangkap warga dan polisi,” katanya.

[]