Headline

Gelar Silaturahmi Nasional Lintas Agama, Kapolda: Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum Siap Memberi Rasa Aman

599
×

Gelar Silaturahmi Nasional Lintas Agama, Kapolda: Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum Siap Memberi Rasa Aman

Sebarkan artikel ini

Jakarta, faktapers.id – Dalam upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam Kebhinekaan, Polda Metro Jaya menggelar acara Silaturahmi Nasional Lintas Agama.

Acara silaturahmi bertema “Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Kebhinekaan” ini di hadiri oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Fadil Imran, Pangdam Jaya, Mayjen Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman, tokoh nasional Habib Luthfi bin Yahya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Marsudi Syuhud dan beberapa tokoh lain.

Dalam wejangannya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Fadil Imran mengatakan, acara ini merupakan pemikirannya dan Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Fadil menilai acara ini perlu dilakukan untuk membangun cara berpikir baru tentang memandang rasa aman di tengah pandemi Covid-19.

“Kami memandang bahwa perlu membangun sebuah cara berpikir baru tentang bagaimana memandang rasa aman di tengah suasana pandemi ini. Perspektif ini tidak akan dipahami oleh masyarakat jika tidak melibatkan unsur dari seluruh lapisan masyarakat. Tentunya tidak bisa dipahami oleh masyarakat kita tidak pernah menyampaikannya melalui ruang-ruang publik yang dapat dipahami dan dimengerti dengan melibatkan segenap unsur lapisan masyarakat,” papar Fadil Imran di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya (BPMJ), Minggu, (27/12/2020).

Tak hanya itu, Fadil menyebut kemajuan peradaban ditopang oleh 3 hal, yaitu pengetahuan, kemajemukan, dan toleransi. Menurut Fadil, pemerintah dan aparat penegak hukum siap memberi rasa aman agar 3 hal itu dapat diwujudkan demi kemajuan Indonesia.

“Inti kemerdekaan bukan hanya kedaulatan negara, tapi memberi hak aman untuk semua warga. Pemerintah dan institusi penegak hukum wajib menjaga nilai tersebut agar pengetahuan, kemajemukan, dan toleransi menjadi jangkar kemajuan,” katanya.

Fadil turut meminta masyarakat tidak percaya dengan hoax. Menurutnya, hoax merupakan turbulensi (ketidakstabilan) sosial berkelanjutan yang bisa merusak akal sehat.

“Di tengah maraknya berita bohong dan hoax, saya mengatakan ini adalah social continued turbulence, turbulensi sosial yang berkelanjutan yang kita hadapi di era transisi demokrasi. Sebagai generasi muda mari kita hadapi bersama, jangan percaya hoax dan berita tidak jelas asal usulnya karena itu turbulensi yang menjadi residu yang dapat merusak akal sehat kita semua. Kami akan melakukan penegakan hukum tentunya profesional tanpa pernah melihat aspek-aspek lain,” pungkas Fadil.

Sementara itu, untuk memutus penyebaran virus Covid-19 Fadil juga meminta kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (Prokes Covid-19) dengan menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Her

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *