oleh

Titi Penderita Obesitas 220 kg, Pulang Gunakan Mobil Pikap

Jakarta, faktapers.id – Titi Wati diperbolehkan pulang oleh tim medis yang menanganinya. Kondisi Titi Wati sudah membaik setelah menjalani operasi bariatrik atau operasi saluran pencernaan.

Sebelumnya, Titi Wati berada di rumah sakit selama tujuh hari. Tim dokter memperbolehkan Titi Wati pulang pada pukul 16.00 WIB. Selebihnya, dia akan menjalani rawat jalan di rumahnya.

Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya, Yayuk Indriati mengatakan pemulangan Titi sudah berdasarkan kriteria dari tim medis. Di mana proses pemeriksaan bukan hanya dilakukan kepada pasien, tetapi juga mempersiapkan keluarga yang telah diajarkan untuk melanjutkan perawatan di rumah.

“Pihak keluarga pasien sudah kami latih bagaimana indeks gizi. Kemudian bagaimana mengemas makanan serta mengatur gizinya agar tidak lepas dari program atau anjuran yang sudah disepakati,” kata Yayuk, Selasa (22/1).

Ia menjelaskan, kondisi Titi, warga Jalan G Obos XXV atau Jalan Bima Palangka Raya tersebut, dinyatakan sudah siap untuk pulang. Namun tetap memerlukan pemantauan atas program tata laksana di rumah secara berkelanjutan.

Pihak rumah sakit tidak melepas begitu saja mengenai hal tersebut. Setidaknya, tim medis akan memantau secara berkala mengenai kondisi ibu satu anak itu.

Perempuan penderita obesitas yang mendapatkan bantuan perawatan kesehatan dari Pemprov Kalteng itu, pulang menggunakan mobil pikap yang semula mengantarnya ke rumah sakit setempat. Sebab, tidak ada ambulans yang muat.

Dalam pengantaran terhadap perempuan itu ke kediamannya, pihak rumah sakit sama sekali tidak ada kendala. Namun, untuk mengangkut yang bersangkutan tentunya memerlukan jumlah tenaga banyak.

Setelah semua proses evakuasi selesai dilaksanakan, tim medis kembali melakukan pemeriksaan, meyakinkan bahwa kondisi Titin tetap stabil pasca-evakuasi dari rumah sakit menuju rumahnya.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap ibu Titi Wati, kesehatannya cukup stabil, walau tadi sempat ada sesak selama perjalanan. Namun itu akan segera kembali normal,” kata dr. I Gede Koko, dokter spesialis anestesi, yang mendampingi proses evakuasi dari rumah sakit menuju rumah Titi Wati.

Sebelumnya, sebanyak 16 dokter dari berbagai disiplin ilmu dikerahkan untuk menangani Titin. Para dokter ini berasal dari Kalimantan Tengah dan ada pula yang didatangkan dari Bali. UAA

Komentar

News Feed