Senin, Juni 21, 2021
BerandaCamat dan P2TL Lakukan Opal di Srengseng
Array

Camat dan P2TL Lakukan Opal di Srengseng

Jakarta, faktapers.id – Kelurahan Srengseng melakukan Operasi Penertiban Aliran Listrik (OPAL) dan penyuluhan penggunaan tabung gas yang melibatkan Camat Kembangan beserta rombongan, PLN, Kepolisian, Koramil, Sudin Pemadam Kebakaran, Kelurahan Srengseng, RT/RW se Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (27/2).

Sebelum tinjau lapangan, Camat Kembangan Agus Ramdani telah memberikan pengarahan terlebih dahulu, kepada para petugas yang melakukan kegiatan OPAL.

“Tujuan dilakukannya kegiatan ini untuk mensosialisasikan kepada warga terkait pemakaian listrik dan gas juga cek lapangan langsung, karena di daerah kita ini sering terjadi kebakaran,” jelas Agus Ramdani.

Sementara, Lurah Srengseng Priatna Sutrajat saat pengarahan mengatakan, bahwa kegiatan OPAL ini merupakan program dari Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi.

“Peluncuran program ini karena musibah untuk angka kebakaran tinggi dan salah satu penyebabnya adalah banyaknya masyarakat yang menggunakan arus listrik tanpa SOP dari PLN,” ujarnya.

Kegiatan yang sudah rutin ini dilakukan memberikan dampak kepada masyarakat, agar lebih memperhatikan listrik dan gas.

Dari hasil peninjauan masih terdapat rumah warga yang pemakaian listrik bodong. Pihak PLN melakukan pengecekan kepada tiap-tiap rumah warga. Hal ini menjadi pelanggaran dalam pemakaian listrik ilegal.

Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) langsung melakukan pemutusan dan pembongkaran, kemudian meteran dibawa sebagai barang bukti.

Namun sebelumnya tim P2TL melakukan pengecekan instalasi listrik dan ukur suhu pembatas untuk memastikan listrik normal atau tidak.

“Saat kita cek terdapat sambungan listrik yang ilegal, kita lakukan pemutusan karena ini sudah melanggar aturan PLN,” ujar Muhammad Iip Syafulloh atau sering disebut Iip selaku Spv Pengendalian Susut.

 

Sementara itu hasil di lapangan, Agus Ramdani telah menemukan rumah warga digunakan sebagai tempat usaha yang kurang memperhatikan steker yang menumpuk dan selang gas yang sudah dapat diganti karena tidak layak digunakan lagi. Juga belum terdapat dirumah tersebut alat pemadam ringan dengan kompor dan tungkuan api.

“Warga harus lebih persiapan untuk alat pemadam,” ujar Hendra Gunawan sebagai pihak pemadam kebakaran.

Selain itu, menurut Damin Damstik sebelumnya, warga sekitar telah mengeluhkan ada tiang listrik yang kurang di wilayahnya. Sebelumnya, pihak RT sudah mempersiapkan dokumen dan bersurat kepada pihak PLN, namun hingga sekarang belum ada tanggapan.

“Kita sudah bersurat tapi belum ada balasan dari pihak yang kita suratin sampai sekarang dan kita juga sudah menyerahkan berkas yang sudah warga lengkapi ke pihak PLN,” kata Damin.

Sebelumnya, pihak PLN juga pernah menawarkan pembangunan gardu. Akan tetapi belum ada kepastian hingga saat ini.

Menanggapi keluhan dari warganya terkait tiang listrik yang masih kurang tersebut Lurah Srengseng akan langsung bersurat.

“Kita akan bersurat ke pihak PLN untuk menambah jaringan listrik di wilayah itu,” ucapnya.

Sementara Dari pihak PLN sendiri Muhammad Iip mengatakan, bahwa pihaknya juga akan memfollow up bila pihak kelurahan bersurat kepada pihaknya.

“Bila pihak kelurahan bersurat saya akan follow up ke bidang yang terkait di PLN,” ujarnya.

Dalam kegiatan OPAL tersebut Joko Mulyono selaku Sekcam Kembangan mengatakan, bahwa kegiatan ini yang dilakukan adalah sebagai penyuluhan buat warga Kembangan khususnya Kelurahan Srengseng.

“Kegiatan ini kita lakukan sebagai penyuluhan, edukasi yang bawasannya dapat merugikan orang lain, tapi menguntungkan diri sendiri,” tegasnya. inda

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments