Rabu, Juni 23, 2021
BerandaAjak Cegah Radikalisme, Kapolresta Denpasar Kumpulkan Takmir Masjid
Array

Ajak Cegah Radikalisme, Kapolresta Denpasar Kumpulkan Takmir Masjid

Bali, faktapers.id -Polresta Denpasar, dalam upaya untuk menangkal paham radikalisme dan isu hoax dalam menghadapi Pileg dan Pilpres tahun 2019, Kapolresta Kombes Pol Ruddi Setiawan.,S.IK.,SH,.MH. mengumpulkan para takmir Masjid dan Musholla se – Kota Denpasar, Kuta dan Kuta Selatan Badung, yang dihadiri kurang lebih 100 orang undangan, Sabtu (9/3/2019), di Mapolresta.

Kegiatan ini juga untuk mewujudkan lingkungan dakwah yang kondusif menjelang Pemilu 2019 yang aman damai dan sejuk.

Kapolresta Dalam kesempatan tersebut menyampaikan mohon dukungan masyarakat terutama Takmir Masjid di Kota Denpasar dan Kab. Badung sebagai Kapolresta Denpasar yang mempunyai program yaitu Suling (Subuh keliling) dan Juling (Jumat keliling), dimana dengan sholat di Masjid kita bisa mengadakan bersilahturahmi dengan masyarakat dan membuat umur kita panjang serta mendapatkan rejeki.

“Kami mendorong seluruh personil umat muslim dengan sholat di Masjid dapat bersilahturahmi dengan masyarakat dan membuat umur kita panjang serta mendapatkan rejeki,” kata Ruddi Seiawan.

Kapolresta Denpasar juga berharap agar tidak ada niat untuk mengganti idiologi yang dilakukan oleh oknum tertentu, terkait dengan masalah hoak dan berita palsu yang menjadi topik utama dalam Pemilu kali ini, selain itu agar lebih selektif supaya tempat suci tidak digunakan untuk berpolitik atau tempat kampanye.

“Saya menghinbau kepada seluruh tokoh masyarakat dan utamanya takmir masjid agar tempat ibadah tidak untuk politik praktis. Mari tolak paham radikalisme, intoleransi dan berita bohong atau hoak,” tegas Kapolresta Denpasar.

Sekretaris MUI Kota Denpasar Ashari Muslih mengapresiasi Kapolresta Denpasar yang sudah bisa memfasilitasi kegiatan silahturahmi dengan Ketua Takmir Masjid dan Musholla di Kota Denpasar dan Kab. Badung, dan mudah – mudahan dengan kegiatan ini bisa meningkatkan rasa solidaritas di masyarakatnya karena kita sehati, sejiwa walaupun tidak se agama di Indonesia tapi ada unsur kemanusiaan dalam diri manusia itu sendiri untuk menjaga keamanan yang kondusif menjelang pileg dan pilpres. ans

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments