Miris, Tiga dari 10 Bayi di Sumedang Lahir Stunting

×

Miris, Tiga dari 10 Bayi di Sumedang Lahir Stunting

Sebarkan artikel ini

Sumedang, faktapers.id – Berdasarkan data, tiga dari sepuluh bayi yang lahir di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat stunting (kerdil). Pada 2019, angka stunting di Kabupaten Sumedang pun masih sangat tinggi, yakni mencapai 28 persen.

Angka tersebut masih di atas angka standar yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia WHO yaitu 20 persen. Tingginya kasus stunting di Kota Tahu ini pun menjadi perhatian serius Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Kasubdit Infokom Kesehatan Kominfo, Marroli J. Indarto, mengatakan, Sumedang merupakan satu dari 60 kabupaten/kota prioritas stunting.

“Kami datang ke sini (Sumedang) karena kasus stunting di sini masih sangat tinggi. Hingga tahun ini, dari sepuluh bayi yang lahir ada tiga yang mengalami stunting,” ujarnya seperti dilansir Kompas.com saat “Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat” di Sumedang, Selasa (14/5/19).

Marroli menyebut, angka prevalensi stunting di Sumedang hampir sama dengan angka di tingkat nasional yaitu 30,8 persen. Presiden Jokowi sendiri, kata Marroli, terus bekerja keras untuk menurunkan angka prevalensi yang saat ini masih sangat tinggi.

“Penanganan stunting ini memang harus bersama-sama. Harus dengan cara rempugan. Tidak hanya tanggung jawab Kementerian Kesehatan atau Kominfo, tapi seluruh stake holder, khususnya di tingkat pemerintahan kabupaten,” tuturnya.

Kata Marroli, target Kominfo sendiri untuk sepuluh tahun ke depan, prevalensi stunting di Indonesia, khususnya di daerah-daerah prioritas seperti di Sumedang ini dapat terus berkurang. Kominfo juga menekankan sosialisasi kepada seluruh masyarakat untuk peduli, pahami, dan turut partisipasi (3P) kasus stunting.

“Kami juga berharap pemerintah di daerah (Sumedang), khususnya yang membidangi komunikasi itu lebih intens mengomunikasikan, sosialisasikan isu stunting ini,” harapnya.

Sementara itu, Plt Asisten Pembangunan Pemkab Sumedang Iwa Kuswaeri mengaku, pemerintah daerah sejauh ini terus berupaya untuk menekan kasus stunting. Iwa menambahkan, penanganan stunting tidak hanya dilakukan dinas kesehatan saja. Tapi oleh seluruh dinas terkait.

“Dinas-dinas saat ini telah memulai dan bahu membahu untuk menekan kasus stunting. Kami lebih menekankan sosialisasi kepada keluarga. Karena, dengan tumbuhnya kesadaran di tingkat keluarga, tentunya kasus stunting pada bayi di Sumedang ini dapat terus diminimalisasi,” ujarnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *