oleh

Kabupaten Melawi Semakin Rawan HIV/AIDS

Melawi, faktapers.id – Menjaga diri terhadap pergaulan bebas merupakan upaya untuk menghindarkan salah satu virus yang membahayakan. Setelah melihat data pasien yang terdeteksi penyakit yang membahayakan tersebut dr Sien setiyawan selaku Direktur RSUD Melawi mengatakan melalui Akunnya bahwa Di Kabupaten Melawi Kasus HIV semakin tahun semakin bertambah. Ada sekitar 49 orang penderita HIV di Melawi.

Menyikapi hal tersebut Sien menghimbau kepada seluruh warga secara khusus di Melawi agar bisa menjaga diri, dan menghindari pergaulan sex bebas, jjuga hindari narkoba suntikan. Berkaitan dengan persoalan diatas Sien juga membuka ruang kepada warga.

“Jika ada Warga Melawi yang butuh Konseling tentang HIV – AIDS dan Jika ada warga Melawi yang rentan atau memiliki resiko tinggi terpapar HIV , bisa melakukan TEST Screening HIV ke Puskesmas Nanga Pinoh atau Klinik Meati RSUD Melawi,” papar Sien.

Berkaitan dengan apa yang menjadi kehawatiran Sien ternyata Melawi Terdeteksi 49 Penderita HIV.seperti apa yang disampaikan oleh
Kepala Dinas Kesehatan Kab. Melawi, dr Ahmad Jawahir. Di Melawi (Suara Kalbar)- bahwa Perkembangan epidemi HIV-AIDS di dunia telah menjadi masalah global termasuk di Indonesia.

Laporan kasus baru terus meningkat setiap tahunnya, namun sulit untuk mengetahui jumlah infeksi HIV yang sebenarnya ada. Termasuk yang terjadi di Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat.

“Data estimasi 309 Orang Dengan HIV AIDS (ODHA). Namun yg terdeteksi baru 49 orang. Banyak Rumah Sakit yang merahasiakan angkanya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, dr Ahmad Jawahir saat dikonfirmasi wartawan.

49 orang penderita HIV / Aids itu, lanjutnya merupakan data tahun 2019. yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi. Hal ini tentunya harus diperhatikan oleh banyak pihak. Bahkan, diketahui bahwa angka tersebut belum termasuk dari mereka yang tidak melaporkan status HIV Positif (HIV+). Alasannya cukup jelas stigma dan ketakutan akan status yang sebenarnya.

Pasalnya jumlah pasti ODHA memang susah didapat karena beberapa alasan tadi. RS takut kehilangan pelanggan kalau banyak pasien ODHA. Demikian juga pasien dan keluarganya, karena demi menjaga aib. Sehingga salah satu upaya pemerintah, melalui Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang sampai sekarang dianggap efektif dalam menekan virus HIV ini adalah pemberian obat antiretroviral (ARV). Layanan obat ARV dapat diakses secara gratis bagi
Pasien HIV.

“Demi Mencegah hal terdebut di atas Ahmad juga menekankan lebih baik . Tetap jauhi prilaku menyimpang dan budayakan hidup sehat dalam sehari hari,” ajaknya Ahmad jawahir. Skn/Abd/Swd

Komentar

News Feed