oleh

Puluhan Orang Demonstrasi Kritisi Kebijakan Gubernur DKI Jakarta

Jakarta,faktapers.id – Puluhan orang massa aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan Presidium Rakyat Nusantara mendatangi Kantor Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, (8/11/2019).

Mereka datang dengan mobil komando membawa beberapa atribut aksi seperti poster, bendera Indonesia, dan karangan bunga.

Sang orator, Siska Rumondor menganggap banyak anggaran Pemprov DKI Jakarta yang janggal. Selain nilainya yang fantastis, tujuan pengadaannya juga dinilai tak masuk akal.

“Dalam dokumen ini, ditemukan ada puluhan bahkan ratusan mata anggaran menjadi perundungan public. Mata anggaran itu antara lain rencana pembelian”, papar Siska di atas mobil komando sambil menunjuk berkas yang dibawanya.

Mereka meminta agar Anies Rasyid Baswedan mempublikasikan Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020 kepada masyarakat.

Menurut Sisca, permintaan itu berdasarkan temuan beberapa mata anggaran yang dirasa janggal, seperti pembelian lem Aibon untuk sekolah-sekolah senilai Rp 82 miliar. Selain itu, alat tulis kantor seperti pulpen dianggarkan mencapai Rp 123,8 miliar. YAng tak kalah fantastis adalah pengadaan komputer senilai Rp. 121,2 miliar dan software antivirus sebesar Rp12,9 miliar. Lalu biaya untuk influencer dianggarkan senilai Rp 5 miliar.

Ia menduga kebijakan Anies menutup dokumen KUA-PPAS berpotensi adanya praktek korupsi dalam APBD 2020. Dirinya meminta kepada masyarakat untuk terus mengawasi anggaran-anggaran yang tak masuk akal di dalam KUA-PPAS tersebut.

“Kami menduga dengan tertutupnya akses informasi maka potensi manipulasi anggaran yang berujung korupsi sangat besar. Tentu saja ini sangat merugikan warga Jakarta yang hingga hari ini masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan”, pungkasnya dengan suara lantang. Herry

Komentar

News Feed