Headline

Pembuat Alat Pancing di Buleleng Tak Terdampak Corona

1396
×

Pembuat Alat Pancing di Buleleng Tak Terdampak Corona

Sebarkan artikel ini
IMG 20200526 WA0035

Singaraja, faktapers.id – Wabah Corona betul-betul menyiksa perekonomian masyarakat,tak pelak hampir menyiksa mata pencarian dari jahatnya virus tersebut.

Namun demi mencukupi hidup, para masyarakat harus siap menghadapi semua itu, seperti pembuat alat tangkap ikan jenis pancing dengan alat manual tetap mampu bertahan.

Pembuat pancing ikan bernama Gede Suarka(59) asal Kelurahan Banyuasri, Singaraja,Bali mantan pegawai honorer Dinas Perhubungan Buleleng ini memilik usaha pembuatan pancing dari kawat stenlis. Namun demi semangat, pria yang memiliki tenaga dari Jawa tersebut tetap berjuang membuat pancing segala ukuran dari 2,3,4,5,6,7,8,9,10,11. Dimana alat tangkap ikan yang sering dibutuhkan para pemancing mania saat berjuang mengarungi lautan lepas untuk mendapatkan ikan besar-besar.

Berbeda dengan pancing yang dijual di toko-toko, pancing tersebut memiliki kemampuan dan kualitas yang sudah terbukti dari para pemancing mania. Menariknya pancing yang dibuat manual oleh Gede Suarka itu memiliki nomer paling kecil dengan harga 7000an per 1 pcs. Dengan tiga orang pekerja perhari hanya mampu menyulap kawat stenslis tersebut menjadi pancing siap pakai bisa 400/500 pcs perhari.

Bergelut dibidang usaha kecil tersebut tidaklah mudah belum lagi menekuk dan mengkikis kawat tersebut sehingga berupa pancing, kendati bahan yang diperoleh dari Surabaya tidak menjadi basi. Semenjak pensiun dari Perhubungan Buleleng membuat alat pancing berawal dari sekedar iseng, pasalnya Gede Suarka memliki hoby memancing.

“Hoby memancing menyebabkan awalnya mencoba membuat agar tidak membeli saja pancing ikan. Terus berhenti mancing kemudian menekuni buat alat,” ujarnya kepada Faktapers.id, Selasa (26/5), saat di temui di arel pasar Banyuasri.

Gede Suarka menuturkan, semenjak menekuni pekerjaan itu para pemancing banyak yang berdatangan mencarinya walaupun cara memuatnya masih angat manual. Bahkan alat pancing yang dibuatnya telah menyebar kebeberapa daerah di Jawa Timur seperti daerah Bajul Mati, Denpasar dan Lombok.

”Sudah sampai ke Pulau jawa pancing buatan itu, walaupun manual penggemar mancing mania tetap menggunakan.Cuman untuk menembus kepasaran dan ketoko-toko masih terkendala alat, seperti mesin bubut dan alat lainya. Jika nanti sudah punya alat tersebut pasti akan bisa menyerap tenaga kerja yang lebih banyak jadi bisa mengurangi para pengangguran di Buleleng.Untuk kawat stenlisnya kami masih bekerjasama dengan toko di Buleleng,” ujarnya.

Ukuran pancing yang dibuat Suarkan berbeda dengan pancing yang dijual ditoko, untuk nomer 11 perbiji seharga Rp 1500 rupiah,kusus pancing nomer 2 seharga Rp 6500. Para penggemar mancing mania di luar Bali atau toko yang menginginkan alat pancing bisa menghubungi nomer Hp +6281916882233. des

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *