Senin, Desember 6, 2021
BerandaTidak Ada Syarat Nilai Akademik, KPAI Puji PPDB DKI
Array

Tidak Ada Syarat Nilai Akademik, KPAI Puji PPDB DKI

Jakarta, faktapers.id – Komisioner KPAI yang menangani bidang pendidikan, Retno Listyarti melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta beserta jajarannya. Pertemuan itu membahas pengaduan yang diterima KPAI terkait penetapan zonasi KPAiPPDB DKI Jakarta

Dari hasil pertemuan dijelaskan bahwa Jalur Zonasi PPDB DKI Jakarta tidak lagi didasarkan oleh Prestasi Akademik seperti tahun-tahun sebelumnya. Perubahan paradigma ini sangat diapresiasi KPAI, karena Pemprov DKI Jakarta dalam PPDB 2020 berkomitmen untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang berkualitas tanpa melihat nilai akademik, namun didasarkan zona dan usia.

Kriteria pertama seleksi dalam Jalur Zonasi adalah tempat tinggal/domisili calon peserta didik harus berada dalam zona yang telah ditetapkan pada SK Kepala Dinas Pendidikan Nomor 506 Tahun 2020 tentang Penetapan Zonasi Sekolah untuk Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021.

Apabila jumlah pendaftar PPDB Jalur Zonasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia, urutan pilihan sekolah, dan waktu mendaftar. Usia yang lebih tua akan didahulukan. Sistem sekolah pun dirancang sesuai dengan tahap perkembangan anak, karena itu, disarankan agar anak-anak tidak terlalu muda ketika masuk suatu jenjang sekolah dasar.

“Jadi dalam PPDB DKI Jakarta tidak ada syarat nilai akademik seperti seleksi tahun-tahun sebelumnya,” ujar Retno.

Menurut Kadisdik DKI Jakarta, kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang memberlakukan seleksi usia dilatarberlakangi oleh fakta di lapangan bahwa masyarakat miskin justru tersingkir di Jalur Zonasi lantaran tidak dapat bersaing secara nilai akademik dengan masyarakat yang mampu. Oleh karena itu, kebijakan baru diterapkan, yaitu usia sebagai kriteria seleksi setelah siswa tersebut harus berdomisili dalam zonasi yang ditetapkan, bukan lagi prestasi.

Terkait dengan adanya keberatan masyarakat atas kebijakan seleksi kriteria usia, bukan nilai akademik, dijelaskan oleh pihak Disdik, bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak mengabaikan prestasi siswa, karena tersedia Jalur Prestasi untuk menyeleksi siswa berdasarkan prestasi akademik maupun non-akademik. Prinsipnya, Pemprov DKI Jakarta berupaya menjamin keseimbangan antara variabel prestasi dengan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk mengakses pendidikan yang berkualitas di sekolah negeri.

Terdapat peningkatan kuota Jalur Afirmasi untuk jenjang SMP dan SMA, dari 20 persen menjadi 25 persen dan jenjang SMK dari 20 persen menjadi 35 perse. Selain itu, disediakan 40 persen kuota di Jalur Zonasi yang dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat yang berada di zonasi tersebut. Sedangkan untuk kuota Jalur Prestasi jenjang SMP dan SMA sebanyak 30 persen, dan jenjang SMK 60 persen. Sementara porsi 5 persen sisanya untuk Jalur Perpindahan Orang Tua atau Guru.

“Meskipun Disdik DKI Jakarta menetapkan Jalur Zonasi 40 persen di bawah ketentuan Permendikbud yang seharusnya minimal 50 persen, namun jika dihitung peningkatan di Jalur Afirmasi maka Zonasi total 60 persen, karena ada penambahan kuota Jalur Afirmasi yang diperuntukan bagi tenaga kesehatan Covid-19 yang meninggal dalam tugas sebesar 5 persen, bahkan jalur afirmasi untuk SMK kuotanya ditambah 15 persen,” ungkap Retno. (Uaa)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments