oleh

Langgar Kesepakatan Ketua LPD Anturan Arta Wirawan Tanda Tangani Surat Diatas Mobil Merah

Singaraja.Bali.Faktapers.id- Kondisi LPD Anturan masih carut marut di bawah kendali Komang Arta Wirawan, ratusan Nasabah atau pemilik Deposan sedang berharap uang mereka per Desember 2020 ini bisa dikembalikan.

Dibalik carut marut itu, banyak menduga Dana Deposan dipermainan oknum pengurus LPD, bahkan 2014 telah batuk filek sehingga membuat stetmen pada salah satu media di Bali dengan menyatakan LPD Masuk 10 Besar di Bali Sehat Kelola Aset diduga untuk mengelabui masyarakat Buleleng agar berduyun-duyun menaruh uangnya di LPD Anturan .

Arta Wirawan berdalih dengan mengatakan terserah apa kata mereka….Yang jelas kita tidak bermaksud membohongi publik,”ujarnya..

Namun apa daya kekroditan tersebut semakin menjadi, virus corona membuka aibnya. Pihak pengawas pun klimpungan untuk mengebalikan puluhan miliar Deposito masyarakat Buleleng.

Menariknya janji Ketua LPD Komang Arta Wirawan membuat kesepakatan pengembalian dalam Desember dengan pemilik deposit ini tak kunjung ada,saat pertemuan di wantilan salah satu pura di Desa Anturan dengan di dampingi Kelian Desa Adat Anturan Drs Ketut Mangku, Perbekel Anturan Ketut Soka, S.Pd, dan tamu istimewa Prof DR Sujadi Budi, Staf Ahli Gubernur Bali, sebagai ahli dan keynote speaker menjanjikan membuat kesepakatan.

Dalam kesepakatan itu yang dihadiri puluhan pemilik Deposito. Pertama, disebutkan bahwa pembayaran bunga deposito dinolkan dari bulan Juli sampai dengan bulan Desember 2020. Kedua, deposito yang sudah jatuh tempo wajib diperpanjang dan tidak ada penarikan deposito, kemudian deposito tidak boleh dimutasi ke tabungan.

Namun seiring berjalanya waktu dan di bentuknya Team Penyelamat Aset oleh Desa Adat, ditemukan banyak kejanggalan di LPD hingga Team mengundurkan diri diduga berefek negatif dan terlalu mencampuri dalam rumah tangga LPD yang tercerai berai.

Sisi lain malah berbalik haluan kodisi seperti ini pasca LPD sedang mengalami kemiringan, Ketua LPD Anturan Komang Arta Wirawan diduga selama ini sering mencairkan Deposito diluar dari pada ketentuan yang berlaku serta secara diam-diam dilakukan seperti yang terlihat dalam foto ketua LPD Anturan menanda tangani buku tabungan diluar kantor LPD.

Tepatnya di sebelah parkiran Bank BNI Kampung Tinggi Singaraja beberapa hari lalu sekitar pukul 15.55. wita ketemu dengan orang yang bernama Ida Bagus Giri.

Team Garda Tipikor yang dikomando Jro Budiasa secara gamblang menjelaskan saat itu dirinya sedang melakukan penarikan uang di ATM setempat, “Saat itu kami menarik uang di ATM BNI , terlihat Ketua LPD mendatangani suatu buku tabungan diatas mobil sedan warna merah. Dalam situasi LPD seperti ini kenapa menandatangani sesuatu diluar jam kerja LPD….?”papar Jro Budiasa.

Ketua LPD Komang Arta Wirawan dikonfirmasi Faktapers melalui saluran telephone atas indikasi pencairan kredit di BNI Kampung Tinggi tak mau menjawab beberapa kali diminta klarifikasi tak mau angkat telephone.

Hanya saja pantauan media Fakta saat nasabah melakukan komonikasi untuk menarik tabungan Senin (26/10) siang terdengar kata dari Arta Wirawan melalui telephone, “Maaf bu kalau mau narik tabungan harus ada surat keterangan sakit dari puskesmas maupun dokter, hanya 3 juta dapat penarikan uang silahkan surat bawa kekantor,”katanya.

Sementara Kelian Desa Adat Anturan Drs Ketut Mangku, kepada Faktapers.id beberapa hari lalu menyerah team penyelamat asset tidak akan mampu mengembalikan deposan warga.

“Sementara permasalahan yang berkaitan dengan LPD ,masih diupayakan oleh desa adat untuk membantu menyelesaikan permasalah tersebut secara adat, oleh sebab itulah maka kita selesaikan dulu permasalahan Lpd secara adat dan tidak melalui jalur hukum,”ujarnya.

Namun Kejaksaan Singaraja dan Tipikor Polres Buleleng telah siap dan sudah menyorot ambruknya pondasi keuangan LPD Anturan, bahkan telah 4 orang diminta keteranganya.Des

Komentar

News Feed