DPRD Buleleng Dek Tamu Sindir Pemkab Buleleng, Pasar Banyuasri Proyek Gagal

IMG 20220630 WA0027

Singaraja, Faktapers.id –Menginjak akhir masa jabatanya, Bupati Buleleng Agus Suradnyana membacakan jawabanya dalam sidang paripurna di ruang rapat paripurna tentang Pandangan Fraksi-Fraksi DPRD Buleleng.

Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA. 2021, Rabu (29/6) cukup singkat dan patat, tidak memerlukan waktu banyak dan dipimpin oleh Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SH yang didampingi Wakil Ketua DPRD Buleleng dengan dihadiri oleh anggota DPRD Buleleng, Forkompinda Kabupaten Buleleng,

Diakhir sidang, Bupati Buleleng membacakan pandangan umum dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Bupati Buleleng menyampaikan terkait perlunya upaya-upaya dan terobosan-terobosan dalam penanggulangan tingkat kemiskinan, penurunan angka pengangguran, penigkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), peningkatan laju pertumbuhan ekonomi serta pengendalian inflasi, Bupati Buleleng menyatakan sependapat. Menurutnya, Pemerintah Daerah melalui OPD-OPD terkait telah melaksanakan program-program kegiatan yang mengarah pada upaya-upaya untuk mencapai pemenuhan indikator-indikator tersebut, yang tentunya muaranya adalah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Usai sidang tersebut , Faksi Nasdem Made Sudiarta alias Dek Tamu kepada media menanggapi jawaban Bupati Agus Suradnyana yang disinyalir dalam 5 tahun ini dianggap ada kegagalan kerja seperti pembangunan Pasar Banyuasri yang menelan anggaran ratusan miliar. “Pasar Banyuasri kan menelan biayanya yang cukup tinggi, disana hanya bisa menaikan PAD parkir . Mirisnya air mancur didepan pasar itu tidak dioperasionalkan kalau itu dibiarkan lama-lama alat yang terpasang bisa rusak hanya sebagai pajangan termasuk isalatornya jarang di fungsikan dengan dana besar. Disampin itu Dirut PD pasarnya tidak punya inovasi coba pasar Anyar (tingkat) di pindahkan pasti ramai. Di sana pasarnya meledak sampai pinggir jalan Ponegoro,”ujar Sudiarta.

Lanjut Sudiarta. Pasar Banyuasri sudah tidak mendapatkan PAD. “Pasar sudah tidak ada apanya, buktinya bayar listrik air macur tidak mampu apakah tidak malu…?. Termasuk proyek gagal banyak kios tidak ditempati dan air mancurnya jarang dihidupin, “sindir Dek Tamu.

Sisi lain banyak pedagang yang mengontrak los toko di pasar Banyuasri juga mengeluh akibat sepinya pembeli datang ketempat elit tersebut, berbeda dengan pasar tinggat yang berlokasi di jalan Ponogoro Singaraja kendati kumuh namun daya beli masyarakat semakin tinggi. ds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *