Tongkang Muat Batubara Miring, Warga Prihatin Laut Celukan Bawang Bisa Tercemar

IMG 20220822 WA0061

Singaraja, Faktapers.id -Upaya perbaikan tongkang pengangkut batu bara di perairan Celukan Bawang,Gerokgak gagal akibat air semakin banyak sudah memenuhi palka kapal

Pantauan awak media Senin (22/8) pukul 13.20 wita, sebagian batubara diatasnya sudah jatuh ke laut akibat kandas dan terhantam gelombang sejak kemarin.Kondisi itu tentu semakin mengkhawatirkan perairan sekitarnya yang bisa mencemar

Kapal tongkang milik PT.Trans Buana Sejahtera itu masih teronggok dan terlihat semakin miring.Upaya memperbaikinya dengan mendatangkan pihak ketiga tak membuahkan hasil. PT.BUTO Marine bermarkas di Bandung yang diminta untuk menangani kebocoran tongkang nampaknya sudah angkat tangan. Menurut sumber ditempat menyebutkan,kebocoran kapal tongkang sudah sangat parah mengakibatkan tongkang kandas dan sulit digerakkan.

IMG 20220822 WA0062

“Nampaknya perusahaan yang ditunjuk menangani tongkang kandas sudah angkat tangan.Tenggat waktu yang diberikan untuk menangani sudah terlewati.Kita khawatir jika tidak segera ditanagani seluruh muatan batubara tumpah ke laut,”ucapnya.

Tingkat kemiringan tongkang batubara sudah dalam kondisi menghkhawatirkan dan sedang lego jangkar di sisi utara PLTU Celukan Bawang.Jika tidak segera diatasi Batubara seberat 14 ton lebih itu terancam tumpah ke laut dan berpotensi mencemari laut utara Bali.

Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Celukan Bawang melayangkan surat peringatan kepada pemilik kapal melalui PT.Baruna Yovi Utama yang merupakan perwakilan PT.Trans Buana Sejahtera.Dalam suratnya KSOP memberikan teguran terhadap kandasnya Kapal BG.TBS 3301 yang mengangkut batubara untuk PLTU Celukan Bawang.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Kepala KSOP Celukan Bawang I Made Oka SH dikonfirmasi diruang kerjanya sebelum pindah tugas ke Gilimanuk menyebut kapal tongkang pengangkut batubara dalam kondisi kandas dan miring serta air telah menggenangi Sebagian palka dan batubara sudah digenagi air laut.Disebutkan berdasar UU No.17/2008 pasal 226 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim,PT.Baruna Yovi Utama yang merupakan perwakilan PT.Trans Buana Sejahtera harus segera melakukan Tindakan pencegahan tumpahan baubara yang menimbulkan pencemaran lingkungan maritim.

“Upaya yang dilakukan PT.BUTO sejak tanggal 10 Agustus 2022 tidak membuahkan hasil kami minta perusahaan penanggungjawab segera mengambil Tindakan penyelamatan untuk mencegah dan penanggulangan pencemaran,”tegas Made Oka.
Sementara pada sisi timur tepat depan PLTU Celukan Bawang terjadi pengerukan pasir yang diduga lokasi tersebut akan direklamasi. ds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *