Balai Karantina Pertanian Ajak Generasi Milenial Galakan Ekspor Komoditas Pertanian

1411
×

Balai Karantina Pertanian Ajak Generasi Milenial Galakan Ekspor Komoditas Pertanian

Sebarkan artikel ini
771ba3a3 97cf 450a a2f4 a6190a4d8f1a

Jakarta, faktapers.id – Kepala Balai Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengajak Generasi Milineal gerakan ekspor. Pengggalakan ekspor ditandai dengan kegiatan AGRO (Ayo Galakan Ekspor generasi Mileneal bangsa, dengan tema “Akselerasi Ekspor Komoditas Pertanian” di Countener Yard, PT Multi Terminal Indonesia (MTI) CDC Banda Jalan Pasoso No 1 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (22/4/19)

Dalam sambutannya, Kepala Balai Karantina Pertanian mengatakan, program Agro Gemilang 2019 merupakan gerakan serentak yg dilakukan di seluruh Indonesia.

“Tidak hanya itu Barantan juga menyiapkan aplikasi peta potensi ekspor produk pertanian, I-MACE aplikasi berbasis web dan ini diserahkan ke setiap kepala daerah baik gubernur, wali kota maupun bupati, dengan harapan dapat menjadi landasan kebijakan pembangunan pertanian khususnya bidang investasi dan eksportasi di setiap wilayah,”ujarnya.

c1081e40 9d52 4664 87b7 cbc74161136d

Ditegaskan Ali bahwa program Agro Gemilang merupakan pelaksanaan perintah Presiden RI kepada Mentri pertanian dan kehutanan ingin mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045.

Baca Juga  Wakil Wali Kota Jakut: Pemkot Prioritaskan Pelayanan Kepada Masyarakat

“Untuk mewujudkan itu komoditas pertanian Indonesia harus dihantarkan keluar negeri atau dihantarkan ke negara luar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Tanjung Priok Purwo Widiarto menambahkan, melalui program kegiatan Agro Gemilang ini diharapkan dapat mendorong para petani muda untuk memasuki pasar ekspor.

f55374bf dfe3 452f 8ab8 a00002b5cc41

“Diharapkan dengan adanya gerakan Agro Gemilang mampu menjadikan kontribusi kepada peningkatan ekspor hal ini merupakan bentuk dukungan Balai Karantina Pertanian dalam rangka mendorong pertumbuhan dan akselerasi ekspor hasil pertanian di seluruh Balai Karantina yang ada di seluruh Indonesia ” imbuhnya.

Menurut Purwo, frekuensi ekspor komoditas pertanian yang melalui Balai Karantina Tanjung Priok pada tahun 1017 meningkat sebanyak 1,196 kali dari tahun sebelumnya,yakni sebanyak 12,700 kali ekspor. “Pada tahun 2017 ekspor sebanyak 11,594 kali sedangkan pada 2016 frekwensi hanya 11,547 kali ekspor,” terangnya.

fc70e668 927d 4881 9861 3d90e4b9e413

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bali Karantina Pertanian kementrian Pertanian juga melakukan pelepasan ekspor beberapa komoditas keluar negeri berupa Kakao, biji lada, Kopra, biji pinang, tanaman hias dan buah Manggis.

Pelepasan Ekspor ditandai dengan pengguntingan pita didahului penyerahan sertifikat kepada eksportir (sertifikat kesehatan tumbuhan). tjl

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *