Headline

Merajut Silaturahmi dan Kondusifitas Kamtibmas, Polres Kubar Gelar Tabligh Akbar

1607
×

Merajut Silaturahmi dan Kondusifitas Kamtibmas, Polres Kubar Gelar Tabligh Akbar

Sebarkan artikel ini
0cceadc4 e0c6 454a 828f 8adcf7b25875

Kutai Barat, faktapers.id – Guna menguatkan persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat, Polres Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, melaksanakan Tabligh Akbar dengan kegiatan Istigosah dan Doa Bersama, menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Huffazh Samarinda, Ustadz H Abdurrahman Al Hafizh.

d4446da3 8948 4925 9532 92e24be6a163

Acara itu berlangsung di Masjid Agung Baiturrahim, Kecamatan Barong Tongkok, Sendawar, Jumat (26/4/19) bada salat ashar. Hadir Forkopimda Kubar, para pengurus partai politik, KPU Kubar, Kapolres Kubar AKBP I Putu Yuni Setiawan SIK MH, Wakapolres Kompol Sukarman SH, Dandim 0912 Kubar Letkol Inf Anang Sofyan Effendi, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pimpinan Ormas dan LSM di Kubar.

Kapolres AKBP I Putu Yuni Setiawan dalam sambutannya menegaskan bahwa, acara yang bertajuk ‘Merajut Kembali Silaturahmi Serta Menciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman, Damai, dan Kondusif’, adalah untuk mempersatukan perbedaan  masyarakat selama Pemilu Serentak 2019.

“Mungkin selama tahapan Pemilu serentak hingga 17 April lalu ada kerenggangan hubungan persaudaraan karena berbeda pilihan. Istigosah dan doa bersama ini wadah merajut silaturahmi,” ungkapnya.

3b13aed4 24bd 436d 8259 e7ceec655057
Kapolres Kubar, AKBP I Putu Yuni Setiawan, S.Ik, M.H.

“Perbedaan itu indah untuk mempersatukan dalam kebersamaan. Saya imbau agar masyarakat se-Kubar dan Mahulu tetap menguatkan persatuan dan kesatuan,” ujar AKBP I Putu YS.

Kapolres berharap seluruh komponen masyarakat dua kabupaten itu tidak menjadikan perbedaan sebagai permusuhan. Menurutnya, saat ini masyarakat harus bersatu, guna mendukung pembangunan daerah, menciptakan kesejahteraan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di bawah naungan Pancasila dan UUD 1945.

“Pemilu 2019 telah memasuki tahapan rekapitulasi suara. Jangan sampai karena berita di media sosial yang tidak jelas sumbernya dan mengarah ke hoax menjadikan bermusuhan. Mari bersama merajut kembali silaturahmi, kerja seperti biasa dan sepakat menanti hasil akhir Pemilu dari KPU,” pesan AKBP I Putu YS.

Pemkab Kubar mengapresiasi Polres Kubar yang telah menginisiasi kegiatan sitaurahmi bersama komponen masyarakat tersebut. Bupati Kubar FX Yapan SH berharap masyarakat berpikir jernih dan bijak. Yaitu mewujudkan kondusifitas Kamtibmas, mendukung sukses seluruh tahapan Pemilu serentak 2019.

693a2472 5531 48e7 ae5c 7def3b8da392

“Meski tahapan Pemilu ini belum usai, saya berharap kondusifitas kamtibmas terjaga. Kuatkan persatuan dan kesatuan Kubar yang terdiri masyarakat yang majemuk,” beber Bupati dalam sambutan tertulis dibacakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kubar, Rakhmat.

Bupati FX Yapan yang bergelar Tumenggung Singa Praja, berpesan agar apa yang disampaikan  Penceramah dapat dipedomani oleh seluruh kaum muslimin dan muslimat terutama dalam kehidupan umat beragama dan sosial bermasyarakat.

“Sebagai motivasi mengokohkan persatuan dan kesatuan NKRI dan semangat Pancasila. Demi masa depan Indonesia dan Kubar kedepan yang lebih baik daripada hari ini,” urai Kadishub Rakhmat.

Bupati berharap, sesuai dengan tema Tabligh Akbar ini, masyarakat se-Kubar kembali bergandengan tangan mewujudkan pola pikir dan sikap toleransi, saling menghargai, serta menghormati perbedaan.

“Perbedaan itu manusiawi.  Ragam agama, serta etnis atau suku di Indonesia, sebagai wadah saling menghormati hak asasi manusia. Begitu pula dengan beda pilihan dalam Pemilu. Mari hargai keputusan dari KPU, dukung hasil Pemilu,” tandas Kadishub membaca akhir sambutan Bupati Kubar, Tumenggung Singa Praja.

Sementara itu, Ustadz H Abdurrahman Al Hafizh dalam khutbahnya menguraikan bahwa beberapa bahaya memutus silaturahmi di dalam Islam. Untuk itu menurutnya, jangan sampai karena Pemilu membuat putus hubungan silaturahmi dengan sesama dan dengan Allah.

“Memutus tali silaturahmi akan dilaknat Allah, seolah-olah makan bara api, dibenci oleh Nabi Muhammad SAW, tidak terkabul doanya, mendapatkan siksa dunia akhirat, dijauhkan dari surga, dan memutus kebaikan,” bebernya.

Menurutnya menjaga hubungan tali silaturahmi sangat penting dalam hidup bermasyarakat yang majemuk. Utamanya, untuk menjaga hubungan sosial.

“Seseorang yang sanggup menjaga silaturahmi walaupun kekerabatannya telah diputus maka posisinya di mata Allah akan sangat mulia,” ucapnya.

“Seluruh lapisan masyarakat, mari jaga persatuan dan kesatuan. Tunjukkan bahwa kita ini adalah satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air yang selalu, dan akan cinta Indonesia. Jaga kondusifitas kamtibmas dalam kehidupan sosial bermasyarakat  ini,” pungkas Ustadz H Abdurrahman Al Hafiz. iyd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *