oleh

Tim Penyidik KPK Datang ke Kubar, Jembatan ATJ Melak Riwayatmu Kini ???

Kutai Barat, faktapers.id – Misteri pembangunan Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) di Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, Sendawar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur, sedikit demi sedikit mulai terkuak.

Lebih hebat lagi, dengan kedatangan langsung Tim Penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang melihat langsung kondisi fisik pembangunan Jembatan Mahakam ATJ Melak yang sudah mulai mangkrak sejak 2016 silam.

Namun sangat disayangkan, meski Tim Penyidik KPK berada di Kubar pada Rabu (12/2/2020), namun enggan memberikan keterangan kepada puluhan wartawan.

“Maaf, no coment,” ucap salah seorang dari anggota Tim Penyidik KPK tersebut, lantas masuk kedalam mobil yang ditumpangi rombongan KPK tersebut keluar dari halaman Kantor Inspektorat Kubar di Sendawar.

Tak satupun keterangan yang bisa dikorek wartawan dari Tim Penyidik KPK yang berada di Sendawar siang tadi.

Hanya Inspektur Inspektorat Kubar, Robertus Bellarminus Belly J.W yang bisa dikonfirmasi wartawan. Dia mengakui bahwa benar telah datang Tim Penyidik KPK di Kubar.

“Tujuan mereka (KPK) meninjau lapangan di proyek pembangunan Jembatan ATJ di Melak. Untuk proses lainnya saya tidak ikut. Sebelumnya mereka memang sudah ada memberikan surat tembusan kedatangan ini,” bebernya.
“Setelah tinjau lapangan di Jembatan ATJ, mereka meminjam salah satu ruangan di Kantor Inspektorat Kubar. Tapi tertutup (pertemuan), saya nggak ikut,” tukas Belly.

Belly juga menyebut belum diketahui jelas apa tujuan peninjauan yang dilakukan oleh KPK ke Kubar. Sebab tidak satu pun personel KPK yang bersedia ditemui awak media dilapangan.

Harian Fakta Pers dan faktapers.id memantau sejak pagi dilapangan. Tim KPK tiba menggunakan pesawat Express Air dari Kota Balikpapan ke Kubar.

Setibanya di Kubar pukul 14.30 WITA, Tim KPK langsung meninjau lokasi pembangunan Jembatan ATJ di Melak Ilir menggunakan mobil berpelat nomor pribadi.

Jelas terlihat dilokasi peninjauan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kubar. Diantaranya Kepala Dinas PU Kubar Philip, Kepala BPKAD Sahadi, Asisten II Ayonius. Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kubar Achmad Sofyan dan lainnya.

Usai melakukan peninjauan rombongan bergas menuju Kantor Inspektorat Kubar di komplek perkantoran Kubar, Barong Tongkok. Informasi yang dihimpun, KPK melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah orang dari PT. Waskita Karya, selaku kontraktor pembangunan jembatan ATJ.

“Maaf tidak bisa berkomentar,” tutur salah satu lagi dari anggota tim KPK, sembari bergegas masuk ke mobil.

Inspektur Inspektorat Kubar Robertus Bellarminus Belly Djuedi Widodo menambahkan, kedatangan Tim KPK RI ke Kubar meninjau lapangan pembangunan jembatan ATJ di Melak.

“Yang lain, kami (Inspektorat,-Red.) tidak ikut,” ucapnya.

Perlu diketahui, pembangunan Jembatan Sungai Mahakam ATJ di Kelurahan Melak Ilir, hingga kini mangkrak.
Proyek Multiyears itu mulai dibangun pada 2012. Digagas sebagai akses transportasi dari dan menuju Kubar, khususnya ke Kota Samarinda maupun Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Pembangunan Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) di Melak Ilir beberapa kali mengalami hambatan, sehingga perpanjangan waktu kerja. Jembatan ATJ Melak merupakan satu dari 25 proyek raksasa milik Pemkab Kubar sejak tahun 2012, diterget rampung pada November 2015.

Awal mangkrak pembangunan Jembatan ATJ Melak, karena masalah teknis kemiringan turap bawah jembatan. Sehingga terjadi perubahan desain, hingga uji traveler. DPU Kubar memberi tambahan waktu selama empat bulan dari November – April 2016.

Tambahan waktu tak membuahkan hasil. Berlanjut sejak April hingga September 2016. Tetapi miris, proyek yang telah memakan uang ‘Rakyat’ melalui APBD Kubar ratusan miliar itu hingga kini mangkrak. (iyd)

Komentar

News Feed