Jumat, September 24, 2021
BerandaBaliPolda Bali Selidiki Pengerusakan Pantai Pasir Putih

Polda Bali Selidiki Pengerusakan Pantai Pasir Putih

Singaraja.Bali.Faktapers.id +Tak mau anggap enteng Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) ternyata tak main-main terhadap pengerusakan pantai berpasir putih di Dusun Marga Garuda, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, yang dilakukan oleh PT.TAD beberapa waktu lalu.

Pengerusakan, dari PT. Tekad Andika Darma (PT.TAD) telah masuk laporan ke Polda Bali yang diseret oleh LKPI.

Sejumlah aparat penyidik dari kepolisan telah turun ke lokasi pengerusakan sebagai tindak lanjut laporan LKPI ke Polda Bali.

Direktur Eksekutif Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI),Ayub Faidiban, ketika berada dilokasi Desa Pejarakan membenarkan pihaknya telah melapor ke Polda Bali sebagai tindak lanjut atas pengerusakan pantai berpasir putih oleh PT.TAD.

“Ya,penyidik Polda Bali telah turun kelapangan untuk mengecek apa benar ada pengerusaka pantai,”ungkap Ayub Faidibian,Kamis (21/1).

Menurut Ayub,pasca aparat Polda Bali turun ke lokasi pengerusakan pantai di Desa Pejarakan,sepenuhnya diserahkan untuk dilakukan proses lebih lanjut.

“Jika memenuhi unsur pelanggaran silahkan kepolisian menindak lanjuti dan saya berharap ini menjadi pembelajaran agar semua pihak tidak mudah melakukan pengerusakan ekosistem di wilayah pesisir,”imbuhnya.
Ayub Faidibian mengaku sangat menyayangkan tindakan PT.TAD yang melakukan pengerusakan ekosistim di wilayah pesisir terlebih lokasi yang dirusak merupakan kawasan konservasi mangrove.

Soal perizinan yang dipegang PT.TAD,kata Ayub,terutama legalitas berupa 2 HGU yang dikantongi sudah mendapat izin dari Kementrian Agraria dan Tata Ruang/BPN, itu belum cukup.Apalagi saat ini kasus gugatan perdata LKPI di Pengadikan Negeri (PN) Singaraja masih berlangsung.

“Proses sidang masih berlangsung di PN Singaraja dan tim dari Polda sudah turun untuk melakukan evaluasi kerusakan.Kita tunggu semua proses itu untuk memastikan ada tindak pidana dalam kasus itu,”tandasnya.

Sebelumnya,LKPI menuding
proses penerbitan perizinan yang dikantongi PT.TAD cacat prosedur pasca izin yang dikantonginya telah kadaluwarsa alias bodong sejak bulan September 2020.Selain itu,PT.TAD dituding telah merusak keindahan pantai berpasir putih di Dusun Marga Garuda,Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak.Pantai yang cukup indah dengan pepohonan bakau/mangrove disekelilingnya itu pasirnya sedang dikeruk menggunakan alat berat yang diduga dilakukan oleh oknum dari PT.TAD.

Warga setempat mengeluh karena kegiatan tersebut tanpa berkoordinasi dengan pihak desa adat maupun dinas.

Selama ini PT.TAD diketahui mengantongi HGU No. 7 Desa Pejarakan,dengan gambar situasi tanggal 10 September 1990, Nomor : 2973/1990, Seluas 300.000 M2,dan HGU No. 8 Desa Pejarakan, Gambar situasi tanggal 17 Desember 1990, Nomor : 4186/1990, Seluas 392.700 M2, tercatat atas nama PT. TAD.Namun ditahun 2020 PT.TAD tengah mengurus perpanjangan izin setelah HGU yang dikantongi habis masa berlakuknya sejak bulan September 2020. Des

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments