Dinas Penataan Ruang PUTR Buleleng Kian Lambat Tangani Jalan Rusak Diberbagai Titik Desa Di Buleleng

IMG 20220517 WA0046

Singaraja, Faktapers.id -Beberapa titik jalan Desa di Buleleng yang menjadi usulan pemerintah Buleleng dalam hal ini PUTR yang diusulkan para pejabat Desanya terhadap jalan rusak perlu pembenahan terbilang kian lambat.

Banyak warga mengeluhkan terhadap lambatnya pemerintah Buleleng dalam menangani Invrastruktur yang nantinya dapat meningkatkan laju ekonomi masyarakat bawah. Seperti perbaikan jalan di Pura Dalem Desa Anturan Kecamatan Buleleng. Hampir 2 periode Bupati Agus Suradnyana menjabat dan dijanjikan akan tetapi sampai kini jalan tersebut tak kunjung ada perbaikan.

Jalan masuk ke Pura Dalem Anturan sangat cukup parah kerusakannya sepanjang 1 KM lebih dan jalan tembus ke Selat Bululada/ Sukasada sepanjang hampir 700 meter tanpa dilirik pejabat. Ada apakah….?

Anggota DPRD Buleleng Made Sudiarta alias Dek Tamu yang sering bersuara keras di media sangat menyayangkan terhadap jalan yang menjadi usulan pemerintah belakangan ini tanpa dilirik dan belum terealisasi, “Rapat bulan kemarin di DPRD Buleleng beberapa ruas jalan diusulkan kegiatan pisiknya termasuk jalan Pura Dalem Anturan, Segara Rupek, Informasi baru proses tender,”ujar Dek Tamu.

Diketahui beberapa usulan kegiatan pisik yang akan direncanakan dinas PUTR Buleleng telah dalam pembahasan DPRD Buleleng, diantaranya khusus wilayah Kota Singaraja, Peningkatan Sp3 Anturan –Dusun Bululada desa Selat Sukasada dengan PAGU Rp- 960.000.000.00/ hampir 1 Miliar, Rehabilitasi pembangunan pelengkap jalan Anturan Selat Rp-149.100.000.00,-

Seperti warga Anturan Nyoman Mariana menyesalkan kian lambat penanganan bertahun-tahun, “Kami hanya tunggu sampai bulan Juli 2022 sesuai janji PUTR anggaran induk 2022, sampai tidak terealisasi dir jalan aspal di Pura Dalem terutama Pemkab Buleleng akan hilang kepercayaan di masyarakat,”kata Mariana

Kadis PUTR Kabupaten Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra dikonfirmasi Senin(16/5) terhadap perbaikan jalan diusulkan oleh desa dan menjadi keluhan masyarakat, dan telah dalam pembahasan DPRD Buleleng “ Kondisi keuangan daerah masih belum mampu untuk menangani seluruh kerusakan jalan disamping itu persiapan tender ada regulasi baru terkait pajak,”kata Adiptha.

Putu Adiptha yang sudah lama menjabat Kadis PUTR Buleleng lebih detail mengatakan, terhadap jalan rusak di Buleleng kemampuan penanganan 10-15 km per tahun baru bisa di anggarkan, sedangkan kondisi kerusakan jalan tahun 2022 kurang lebih mencapai 300 km

“Kalau sudah dianggarkan sudah masuk tahap proses tender. Kerusakan jalan tahun 2022 kurang lebih 300 km sedangkan kemampuan penanganan hanya 10-15 km per tahun,”papar Putu Adiptha

Lanjjut Adipta, untuk kerusakan jalan kawasan hutan Pura Segare Rupek kecamatan Gerokgak, Buleleng tepatnya masuk kawasan TNBB, Pemkab Buleleng tahun ini hanya menangani 3 km. ds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *