Sesama Preman Saling Tebas Di Pegayaman Yang Satu Preman Tobat

IMG 20220704 WA0164

Singaraja, Faktapers.id -Kasus pengaiayaan dan berujung penebasan mengakibatkan Ketut Vauzi dan Edi Salman meninggal ditempat, penebasan diduga satu korban membocorkan gerak-gerik /memberikan informasi kepada Polisi.

Edi Salman dan Ketut Vauzi saling tebas pada Minggu (3/7) pukul 23.10 wita di Banjar Dinas Kubu Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada akibat kesalah pahaman. Edi Salman, Jakar dan Nu’ul datangi rumah Vauzi malam-malam ketika beranjak tidur malah dibangunkan suara tiga orang tersebut dari luar rumah dengan kata Bli…Bli..Bli..keluar. Preman tobat Vauzi pun keluar rumah dan malah terjadi perkelahian hingga keduanya tewas, dan istri Vauzi melihan perkelahian meminta tolong kepada dengan berteriak hingga masyarakat setempat berdatangan. Situasi mencekam saat itu, keduanya tergeletak bersimbah darah akibat tebasan parang sedangkan Jakar dan Nu’ul kabur digegelapan malam

Duel maut tersebut dipicu lantaran Fauzi dianggap membocorkan gerak gerik Edi Salman kepada Polisi ketika Unit Reskrim Polsek Sukasada melakukan penggerebegan 30 Juni 2022 yang diduga terlibat kasus pencurian sepeda motor (curanmor) terjadi di jalan raya jurusan Singaraja-Denpasar di KM 16 Banjar Dinas Wirabuana, Desa Gitgit, pada Sabtu (28/5) sekitar pukul 15.00 wita lalu yang dimiliki Kadek BJ (18) warga Desa Kubutambahan dengan sepeda motor Honda Scopy DK 2195 VN ketika sedang berteduh di sebuah warung di jalur Desa Gitgit

Terkait posisi Edi Salman Cs,menurut Kapolsek Sukasada Kompol Dwi Senin (4/7) diruang kerjanya,yang bersangkutan bersama komplotanya sudah sering membuat onar di desa dan sekitarnya.”Kepala Dusun dan warga sekitar mengaku kalau ES (Edi Salman) kerap beruat onar termasuk mencuri namun warga enggan melapor.Nah,posisi Vauzi ini yang mengingatkan mereka sehingga terjadi peristiwa itu,”ujarnya.

Kompol Dwi menyebut peristiwa itu terjadi akibat kelompok Edi Salman tidak terima dengan Ketut Fauzi yang dianggap membocorkan keberadaan mereka setelah dikejar polisi akibat melakukan tindak pidana pencurian.

“Memang saat itu anggota kami sempat melepaskan tembakan peringatan saat melakukan penggerebekan dilokasi yang dicurigai namun mereka kabur.Nah,selongsong peluru itulah oleh mereka kemudian dibawa kepada Vauzi yang dituduh telah membocorkan keberadaan mereka kepada polisi,”terang Kompol Dwi.

Diungkap lebih detail oleh Kompol Dwi,selama ini Ketut Vauzi kerap memberi nasehat positif kepada ketiga orang tersebut agar tidak melakukan aksi pencurian(kriminal) hingga menjambert pasalnya Fauzi juga pernah menjadi pelaku pencurian namun semenjak beristri dirinya tobat

“Sepertinya kelompok Edi Salman tidak terima dan bermaksud membuat perhitungan yang berujung nyawa keduanya tewas,”imbuhnya.

Sedangkan dua orang lainnya yang dikabarkan kabur,Kompol Dwi mengaku masih melakukan pengejaran. ds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *