Pejabat Dindikbud Provinsi Banten Diduga Alergi Terhadap Wartawan

IMG 20220828 WA0009 1

Kota Serang, faktapers.id – Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten,Dini Andriani SE, M.Si sangat alergi terhadap wartawan.

Setidaknya, perlakuan yang kurang bersahabat ini dialami oleh dua orang awak media online dari Faktapers.id dan bantensatu.co.id, yang hendak konfirmasi terkait pemeliharaan gedung kantor Dindikbud Provinsi Banten Tahun 2021 dan tata cara untuk mendapatkan iklan dan advetorial di Dinas tersebut.

Saat di konfirmasi di lapangan parkir Dindikbud Banten, Dini Andriani mengatakan bahwa, terkait pemuatan iklan dan advetorial harus ada rekomendasi dari Sekretaris Dindikbud Banten, meskipun media tersebut sudah memenuhi syarat yang sudah ditentukan.

“tunggu, tunggu saya ganti baju dulu ya, kalau terkait iklan dan advetorial harus melalui rekomendasi pak Sekdis,” kata Dini Andriani, kasubag umum dan kepegawaian Dindikbud Banten, sambil berlalu meninggalkan wartawan menuju ruang kerjanya.

Karena penasaran dengan informasi tentang kegiatan pemeliharaan gedung kantor Dindikbud Banten Tahun 2021, yang di duga sarat dengan penyimpangan, awak mediapun rela menunggu di lobi ruangan Kasubag umum dan kepegawaian ini dengan berdiri hingga hampir setengah jam.

Sesaat kemudian, Dini Andriani keluar dari ruangan kerjanya, namun tidak menemui wartawan, melainkan Dini Andriani berjalan menuju ruangan lain dan terlihat ngobrol serius dengan beberapa orang stafnya, tanpa menghiraukan awak media yang dari tadi sudah menunggunya.

Diluar dugaan tidak berselang lama,salah seorang petugas keamanan Dindikbud Banten mendatangi awak media dan meminta wartawan untuk menunggu di luar saja.

“maaf ya bang, maaf ini mah, saya jadi kurang enak, nunggunya di luar saja ya,” kata salah seorang petugas keamanan Dindikbud Banten.

Sekjend Solidaritas Merah Putih (SOLMET), Kamaludin saat di mintai tanggapan terkait hal yang di alami dua wartawan sangat menyayangkan sikap dan perilaku seorang pejabat publik. Sehingga kuat dugaan ada sesuatu yang tidak beres di lingkungan Dindikbud Provinsi Banten Khususnya di bagian Kesekretariatan hingga wartawan yang hendak melakukan wawancara atau melakukan konfirmasi malah tidak diberikan respon yang positif.

Lanjut Kamal, dirinya meyakini bahwa pejabat tersebut tidak memahami konteks bahwa dirinya adalah bagian dari Dinas Tekhnis yang merupakan Aparatur Sipil Negara yang bagian tugasnya adalah kepada pelayanan publik.”ini malah alergi terhadap wartawan, pejabat seperti itu, yang bersangkutan, saya anggap tidak layak menduduki posisi ini,” ujar Kamal seraya menambahkan sebaiknya Pj Gubernur Banten untuk dapat mengevaluasi ASN yang saat ini berada di Dindikbud Banten, karena tindakan ini sudah mencederai apa yang menjadi tujuan Pj Gubernur Banten dalam rangka melakukan Reformasi Birokrasi di lingkungan ASN Pemprov Banten. RM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *