Semarakan 17 Agustus Dewa Artha Lestarikan Tradisi “Mekorot” Budaya Bali

IMG 20220815 WA0006

Singaraja, Faktapers.id – Akhirnya Covid-19 betul-betul berakhir dari muka bumi, kali ini lomba Mekorot Layangan-layang (adu) dalam rangka menyambut 17 Agustus 1945/2022 menjadi salah satu olahraga tradisional Bali ini, Yayasan Kesatria Keris Bali Wilayah Buleleng Unit Kota Singaraja menggelar lomba olahraga trasional khas Buleleng di Dusun delod margi, Desa Runuh, Kecamatan Buleleng. Selasa (07/09) pukul 13.00 wita dan ditutup pada 14 Agustus 2022.

Lomba Mekorot merupakan jenis permainan tradisional yang biasa dimainkan baik anak-anak hingga orang dewasa. Permainan ini hampir ditemukan di setiap wilayah di Indonesia. namun di era digital saat ini, anak-anak muda sudah mulai meninggalkan permainan tersebut dan beralih ke hiburan digital.

Pergelaran lomba mekorot yang diselenggarakan oleh Yayasan Kesatria Keris Bali Wilayah Buleleng Unit Kota Singaraja sebagai upaya melestarikan tradisi juga sekaligus dalam rangka merayakan Hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 setelah vakum selama dua tahun. Lomba layang diikuti oleh 32 peserta ini memperebutkan hadiah uang tunai sebesar Rp 800 ribu untuk juara Pertama, juara 2 Rp 600 Ribu, Rp 400 juara 3 dan Rp 200 untuk juara harapan serta masing-masing pemenang diberi Piagam Penghargaan dari Yayasan Kesatria Keris Bali

IMG 20220815 WA0007

Dewa Arta selaku Dewan Pengawas Keris Buleleng Unit Kota Singaraja mengatakan dipilihnya lomba layang-layang dalam Perayaan HUT RI yang ke 77. Acara yang disponsori langsung oleh Dewa artha ini ternyata memiliki antusiasme penonton yang luar biasa dari masyarakat berbagai kalangan.

“Mengingat hiburan ini sudah mulai ditinggalkan oleh anak-anak muda, untuk itu dirinya berusaha untuk membangkitkan hiburan tersebut yang merupakan salah satu budaya lokal dan Yayasan Kesatria Keris Bali Hadir unutk melestarikan dan mengajeg-kan Budaya dan Tradisi Bali,” tegasnya.

Dilanjutkan Dewa Artha, bahwa acara ini diselenggarakan, hingga 14 Agustus 2022 dan Lomba ini diikuti oleh 32 peserta dari kota singaraja, mulai hari ini dibuka dan akan ditutup sesuai tanggal yang ditetapkan panitia.

Menurut Dewa Artha sebagai salah satu yayasan yang menjaga tradisi dan budaya di Bali maka pihak sangat mendukung kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini dilaksanakan utk memeriahkan bulan agustus sebagai bulan kemerdekaan, serta partisipasi dari yayasan kesatria keris bali dalam menjaga budaya bangsa,” Ucap Dewa Artha atau Dewa Kadek Budiarta selaku Ketua Dewan Pengawas YKKB Wilayah Buleleng Bali.

Sementara Ketua Yayasan Keris Bali Wilayah Buleleng Unit Singaraja Kota sangat mengapresiasi antusias warga yang turut ikut serta dalam lomba.

“Warga sangat senang sekali dengan diadakannya lomba ini, kemungkinan nantinya kita akan adakan secara berkesinambungan”, ujar Ketut Setiawan ds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *