Jawa  

Peran Pendidik dalam Perkembangan Potensi dan Kepribadian Siswa Melalui Kurikulum IKM

IMG 20221005 WA0010

Klaten, Faktapers.id – Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 1 Mireng, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rahayu Slamet mengaku untuk membentuk karakter, pihaknya sudah menggunakan metode Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) untuk siswa-siswinya.

“Kita sudah menggunakan metode pembelajaran Implementasi Kurikulum merdeka (IKM) dan siap mendidik para siswa menjadi beriptek, berbudi luhur, seiring dengan peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada TYME,” katanya kepada Wartawan, Rabu (5/10/2022) kemarin siang.

Menurutnya, metode IKM itu, penekannya kepada pembentukan karakter siswa. “Jadi nantinya sekolah akan mencetak siswa-siswi berkarakter pendidikan dan ber-Akhlaqul Karimah,” ujarnya.

Apalagi, dalam metode pembelajarannya siswa-siswi lebih mandiri dan lebih aktif, tentunya akan memberikan ruang belajar dengan sungguh-sungguh hingga sampai kepada pencapaian materinya.

‘’Jika sebelum metode IKM diberlakukan hampir 25% guru lebih banyak menguasai kelas, namun pada saat ini terbalik, Justru malah siswa yang harus aktif didalam kelas,” jelasnya.

Namun, kata dia, pihaknya sangat berharap, setelah diterapkannya metode IKM, siswa -siswinya lebih aktif dalam belajar dan berakhlaqul Karimah. “Sehingga bisa tercapai antara pendidikan umun dan Agama,” tegasnya.

“Selain metode IKM mencetak siswa-siswi yang Instruktif, inovatif dan Pro Aktif untuk berkreatifitas, maka guru sebagai pembimbing mata pelajaran diharapkan bisa membawa mereka dalam belajar yang menyenangkan, yakni bersifat rekreatif,” ungkapnya.

Dikatakan Rahayu, jika Kurikulum Merdeka yang menjadi kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) pada 2021 lalu, dengan kurikulum yang diterapkan kepada Sekolah Penggerak.

‘’Dan Alhamdulillah, SDN I Mireng sudah menerapkan apa yang disampaikan oleh Kemendikburistek tersebut,’’ pungkasnya.

Sementara, Plt Kadinas Pendidikan Klaten, Yunanta mengatakan jika progres belajar mengajar dengan menggunakan metode IKM memiliki ruang aktif bagi siswa untuk merdeka belajar.

“Siswa-siswi dengan metode Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) setidaknya siswa dapat menguasai lima materi mata pelajaran,” katanya.

Selain itu pihaknya mengimbau sekolah melakukan pendataan bagi siswa yang aktif dalam kelas dan menguasai materi pelajaran. “Kita akan terus evaluasi setiap bulannya,” pungkasnya. (Madi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *