Berita  

Kapal Terbesar CMA CGM Alexander Von Humboldt Sandar di JICT

IMG 20221101 WA0038

Jakarta, Faktapers.id – CMA CGM Group dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo hari ini menerima CMA CGM Alexander Von Humboldt yang merupakan kapal petikemas terbesar yang bersandar di pelabuhan Indonesia dan dilayani oleh anak usaha Pelindo Group, yakni PT Jakarta International Container Terminal (JICT).

Pada kesempatan ini, turut hadir Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi; Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI Arif Toha; Chief Executive Officer CMA CGM Asia Pacific Limited, Laurent Olmeta; Presiden Direktur CMA CGM Indonesia John Lim; Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono, serta jajaran tamu undangan lain yang terdiri dari pejabat pemerintah, pemangku kepentingan industri dan pelanggan utama CMA CGM Group.

Memfasilitasi pertumbuhan volume perdagangan ekspor antara Indonesia dan AS CMA CGM Alexander Von Humboldt memiliki rute pelayanan langsung atau direct call CMA CGM Columbus JAX (JAX) yang menghubungkan Jakarta dan Amerika Serikat. Layanan ini diutamakan untuk memfasilitasi pertumbuhan volume perdagangan antara Indonesia dengan pasar ekspor terbesar keduanya tersebut, serta mengantisipasi pertumbuhan ekspor sebanyak dua digit pada akhir tahun 2022.

“Dengan hadirnya CMA CGM Alexander Von Humboldt, hal ini membuktikan bahwa Indonesia semakin diminati oleh perdagangan internasional. Melalui kapal yang relatif besar dengan layanan direct call ke AS, maka logistic cost semakin murah, sehingga daya saing Indonesia untuk pengiriman barang-barang akan lebih murah. Kita tidak boleh puas dengan ini, kita harus melakukan upaya-upaya untuk menekan angka logistik dengan baik yang tidak mungkin dilakukan sendiri. Kita butuh kerjasama dengan seluruh pihak dan melakukan improvement,” ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Didirikan di Indonesia pada tahun 1995, CMA CGM Grup saat ini mempekerjakan lebih dari 250 anggota staf di tujuh kantor cabang dan memiliki empat depot milik sendiri. Saat ini menawarkan tujuh layanan maritim, 50 layanan yang sandar di pelabuhan setiap minggunya. Dari jumlah tersebut, empat layanan termasuk layanan JAX datang ke JICT setiap minggunya.

Melayani lebih banyak kargo ekspor pada setiap perjalanan direct call Indonesia-AS, layanan JAX juga menawarkan konektivitas tanpa batas ke Pantai Timur dan Pantai Barat AS dengan waktu transisi 34 hari, meningkatkan waktu transit industri. Layanan JAX mengirimkan produk lokal dan produk manufaktur seperti kertas, karet, garmen, alas kaki, dan barang elektronik dari Indonesia ke Amerika Utara setiap minggunya.

“CMA CGM Group dengan senang hati membuat perbedaan pada bentang maritim “laut” Indonesia bersama Pelindo Group hari ini. Tonggak sejarah ini menunjukkan komitmen CMA CGM dalam penyediaan konektivitas pasar dan memberikan keunggulan layanan karena Jakarta semakin memperkuat posisinya sebagai pelabuhan maritim internasional yang penting di dunia,” kata Laurent Olmeta, Chief Executive Officer CMA CGM Asia Pacific Limited.

“Mulai hari ini, tiga dari 19 kapal dalam layanan mingguan JAX CMA CGM akan berukuran 16.000 TEU. Kapal-kapal ini akan memfasilitasi kita untuk pengiriman lebih optimal ke dan dari Indonesia pada setiap perjalanan. Sebagai carrier of choice, kami akan terus berinvestasi pada aset, kemampuan, dan orang-orang kami untuk melayani dengan Better Ways,” kata John Lim, Presiden Direktur CMA CGM Indonesia.

“Hadirnya servis ini akan lebih mendorong produk-produk Indonesia ke Amerika karena pelayanan lebih baik dan kita harapkan juga waktu lebih cepat. Kami berharap pelayanan ini akan sustain dan kontinyu sehingga mempermudah eksportir dan importir,” ujar Arif Suhartono, Direktur Utama Pelindo.

Pelindo pasca merger berfokus pada standardisasi operasional dalam efisiensi dan efektivitas layanan di seluruh terminal untuk mengurangi port stay dan cargo stay di pelabuhan sehingga menurunkan biaya logistik di Indonesia.

“Dengan bersandarnya kapal besar CMA-CGM di terminal JICT, menunjukkan komitmen Pelindo Group dalam peningkatan pelayanan jasa kepelabuhanan. Saya berharap kedatangan kapal besar ini semakin memperkuat konektivitas Pelabuhan Tanjung Priok dengan jaringan pelabuhan internasional dan memberikan manfaat bagi kelancaran arus ekspor impor barang di Indonesia,” tutup Arif. (han)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *